• Berita Terkini

    Wednesday, June 28, 2017

    Tol Pemalang Batang Ditutup, Pantura Padat

    PEKALONGAN - Memasuki hari kedua usai Idul Fitri atau H+2, kendaraan arus balik tampak mulai memadati Jalur Pantura Kota Pekalongan.

    Dari pantauan Rabu (28/6), antrean kendaraan tampak mengular di sepanjang Jalur Pantura Kota Pekalongan mulai dari Jalan Dr Cipto atau di depan Terminal Pekalongan hingga ke Jalan Jenderal Sudirman atau di simpang Ponolawen.

    Terjadinya antrean kendaraan, diperkirakan karena masih ditutupnya tol fungsional Pemalang-Batang untuk perbaikan. Tol fungsional sebelumnya sudah dioperasikan pada arus mudik sejak H-7 hingga H-1 lalu. Direncanakan, tol akan kembali dibuka pada Kamis (29/6). Akibat penutupan tol fungsional tersebut, hampir seluruh kendaraan pemudik memadati Jalur Pantura.

    "Hari ini jumlah kendaraan yang melintas terpantau meningkat dibandingkan H+1 kemarin yang tercatat sebanyak 51.655 kendaraan melintas. Bahkan kondisi arus lalu lintas terpantau padat merayap, namun tidak sampai stagnan. Untuk kendaraan terpantau masih didominasi kendaraan pribadi roda empat," terang Ketua Regu Posko Induk Dishub Kota Pekalongan, M Rofikin, Rabu (28/6).

    Dari hasil perhitungan Posko Induk Dishub Kota Pekalongan, pada H+1 Idul Fitri atau Selasa (27/6), jumlah kendaraan yang melintas  tercatat mencapai 51.655 kendaraan yang didominasi kendaraan pribadi roda empat dan sepeda motor. Sedangkan pada Rabu (28/6) hingga pukul 14.00, tercatat sudah terdapat sebanyak 20.341 kendaraan yang melintas.

    Kondisi kepadatan di Jalur Pantura, dikatakan Rofikin, sebelumnya tidak terlihat dalam arus mudik lalu. Ia memperkirakan, kondisi demikian terjadi karena ditutupnya tol fungsional.  Ia menyatakan belum dapat memprediksi kapan arus balik mencapai puncaknya. Sebab jika dilihat dari kondisi arus lalu lintas, kondisi pada Rabu, menurutnya sudah termasuk kategori padat. "Ini sudah termasuk padat. Belum bisa diperkirakan kapan puncaknya. Bisa jadi besok jika tol dibuka arus lenggang, padahal kendaraan yang melintas meningkat," tambahnya.

    Untuk mengatasi kondisi demikian, ia menyatakan Dishub akan memaksimalkan pengendalian traffic light di Jalur Pantura lewat ATCS. Nyala hijau TL Jaur Pantura, dibuat dua kali lipat dibandingkan nyala hijau dalam kondisi normal. Dengan begitu, diharapkan arus lalu lintas akan lebih lancar dan tidak sampai stagnan.
    *Tol Berpengaruh Besar

    Dioperasikannya tol fungsional Pemalang-Batang, dirasakan sangat berpengaruh pada arus lalu lintas di Jalur Pantura. Jika menilik data kendaran melintas milik Posko Induk Dishub, terjadi penurunan jumlah kendaraan yang melintas melintas di Jalur Pantura selama H-7 hingga H-1 tahun ini, dibandingkan dengan mudik tahun 2016 lalu.

    Jika ditotal, pada musim mudik tahun 2016 selama tujuh hari tercatat sebanyak 419.541 kendaraan melintas atau lebih banyak sekitar 43.050 kendaraan dibandingkan total jumlah kendaraan yang melintas selama H-7 hingga H-1 pada musim mudik tahun ini. Jumlah kendaraan melintas pada puncak mudik tahun 2016, memang lebih sedikit dibandingkan tahun ini yakni 74.338 kendaraan pada H-4. Sedangkan tahun ini, saat puncak mudik kendaraan melintas mencapai 74.792 kendaraan pada H-3.


    Namun, jumlah kendaraan melintas pada setiap hari selama arus mudik pada tahun 2016 terlihat lebih tinggi dan jumlah cenderung stabil. Selama tujuh hari arus mudik, jumlah kendaraan melintas menyentuh angka 60 ribu selama tiga hari yakni pda H-5, H-3 dan H-2. Selain itu, kendaraan melintas menyentuh angka 50 ribu pada tiga hari yakni H-1 dan dua hari Idul Fitri.

    Sedangkan pada musim mudik tahun ini, jumlah kendaraan melintas mencapai 60 ribu hanya dua kali terjadi dua kali yakni pada H-4 dan H-2. Sedangkan jumlah kendaraan melintas mencapai angka 50 ribu hanya terjadi pada dua hari Idul Fitri. Hari lainnya, jumlah kendaraan melintas hanya mencapai angka 30 ribu hingga 40 ribu kendaraan.

    Kepala Dishub Kota Pekalongan, Slamet Prihantono menyatakan, dioperasikannya tol fungsional Pemalang-Batang memang berpengaruh terhadap kondisi arus lalu lintas di Pantura Kota Pekalongan. Baik dari pantauan atau catatan jumlah kendaraan melintas, terlihat lebih sedikit. "Tampak lebih lenggang, tidak sampai terjadi antrean kendaraan. Pengaruhnya cukup besar," tuturnya saat arus mudik lalu.(nul)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top