• Berita Terkini

    Friday, June 2, 2017

    Longsoran Tebing Sungai di Brebes Ancam Jalan Nasional

    TEGUH SUPRIYANTO/RADAR BREBES
    BREBES - Hujan deras merontokan tebing jembatan Sungai Lengkung Pasang di ruas Prupuk-Ajibarang hingga mengancam jalur nasional Tegal-Purwokerto, wilayah Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan. Bencana ini menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (2/6) dini hari.

    Tebing sepanjang 10 meter dengan ketinggian 5 meter, ambrol setelah Sungai Lengkung mengalami banjir besar. Derasnya arus sungai menggerus bagian pondasi talut penahan tebing. Selain mengancam jalan utama, ambruknya tebing sungai juga memutuskan pipa transmisi distribusi milik PDAM dan juga merobohkan tiang jaringan Telkom.

    "Hujan deras sudah turun sejak pukul 12.30 WIB. Selain gerusan air dari dasar sungai, longsornya tebing juga disebabkan banyaknya air hujan berasal dari jalan raya. Selanjutnya masuk ke dalam celah tebing hingga ambruk,"ungkap Nawardi, warga sekitar.

    Selain talut penahan, arus Sungai Grengseng juga menggerus bahu jalan utama hingga ke bibir jalan. Akibatnya petugas bersama warga, memasang barikade di sepanjang jalur yang mengalami kerusakan untuk menghindari kerusakan lebih parah.

    "Arus sungai sempat tertahan material talut yang roboh hingga air meluap tidak terkendali ke arah jalan, sehingga bahu jalan ikut longsor,"imbuhnya.

    Sebagai jalan nasional, titik longsor yang juga merupakan jalur penghubung wilayah Kabupaten Brebes dengan Banyumas ini merupakan jalur padat kendaraan dari berbagai daerah. Atas kondisi tersebut, warga berharap dapat segera dilakukan penanganan untuk mengantisipasi kondisi yang lebih parah.

    "Perlu segera ada penanganan darurat, sebab jika tidak dikhawatirkan getaran yang ditimbulkan oleh kendaraan yang melintas semakin memperparah kondisi kerusakan dan mengancam jalan utama,"katanya.

    Muflikhin ST, Kabag Teknik PDAM Brebes menyampaikan, kerusakan menimpa pada jaringan pipa distribusi (DN200). Kondisi tersebut akibat pipa ikut tertarik setelah tanah di sekitar pondasi longsor.

    "Langsung kita lakukan penanganan, sedikitnya terdapat 600 pelanggan PDAM di wilayah Paguyangan terhambat akibat putusnya pipa ini,"terang Muflikhin. Sekeretaris Camat Paguyangan Sudarto SH saat melakukan peninjauan di lokasi kerusakan mengatakan, pihaknya segera menginventarisir kerusakan sebagai bahan laporan untuk disampaikan ke tingkat Kabupaten.

    Hujan deras juga memicu terjadinya longsor di jalan Kabupaten Plompong-Kaliloka di Kecamatan Sirampog. Satu-satunya akses jalan bagi warga Desa Plompong tersebut, mengalami amblas dan tertutup material tanah longsor sepanjang 10 meter dengan lebar 4 meter.

    "Lokasi longsor berada di Dukuh Kedung Benter, wilayah yang merupakan wilayah pergerakan tanah. Sedangkan timbunan tanah ini berasal dari tebing di sisi jalan, yang tidak kuat menahan air hujan,"terang Fathoni, Kades Plompong.

    Lokasi longsor, lanjut dia, sedianya tengah mendapat penanganan berupa pemasangan bronjong sebagai penanganan pergerakan tanah. Meski sulit, warga tetap memaksakan untuk bisa melintasi jalan tersebut.

    "Sebab jika harus memutar, jarak tempuhnya lebih jauh. Harus melintasi Kecamatan Bumiayu dan Paguyangan. Terlebih bagi anak sekolah, jadi terpaksa tetap melintasi, meski harus berhati-hati," terangnya.(pri/har)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top