• Berita Terkini

    Sunday, June 4, 2017

    Siap Amankan Buaya Lukulo, Petugas Siapkan Nomor Aduan Warga

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Entah dari mana datangnya, seekor buaya berukuran besar tiba-tiba muncul di Sungai Lukulo. Sejauh ini, memang belum ada laporan buaya mengganggu warga.

    Namun demikian, warga yang berada di kawasan sungai Lukulo kini mengaku dihinggapi ras takut, Salah satunya disampaikan oleh Atun (39) warga Desa Tanggulangin  Kecamatan Klirong. Menurutnya, sejak adanya buaya di kawasan tersebut dirinya mengaku takut beraktivitas. “Biasanya warga ramai menjala ikan menggunakan sampan, saat ini sangat sepi karena takut dengan buaya,” tuturnya, Minggu (4/6/2017).

    Menurutnya, pantai telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir. Di pantai warga dapat mengambil ikan, gangsing, kayu maupun barang bekas. Warga yang berprofesi sebagai pengrajin gula, akan membutuhkan banyak kayu untuk merebus nira. Warga akan mengambil kayu-kayu yang berserakan dipantai. “Kalau saya setiap hari mencari barang bekas/rongsok untuk dijual, sejak adanya buaya saya tidak lagi berani memulung sendirian,” paparnya.

    Dijelaskannya, beberapa saksi mata kerap menceritakan, buaya yang berada di kawasan pantai selatan tersebut mempunyai ukuran hingga mencapai 3,5 meter. Buaya kerap menampakkan diri dan beberapa kali naik daratan. Selain di desanya, kabar serupa juga datang dari Desa Jagasimo.

    Terlepas itu buaya yang sama atau ada buaya lain, Atun mengaku takut. “Setiap hari saya memungut barang bekas, kini kalau tidak ada temanya ya tidak berani,”  terangnya.

    Terpisah, Kepala Satpol PP Kabupaten Kebumen Tri Widagni SSos melalui Kasie Penanggulangan Kebakaran Arif Rahmadi mengatakan pihaknya sudah mengetahui adanya informasi buaya yang berkeliaran di Sungai luk Ulo.

    Menindaklanjuti hal itu dan agar warga tidak resah, pihaknya siap melakukan penanganan. Bagi warga yang melihat buaya, Arief meminta menghubungi nomor Pusdaplop BPBD Kebumen di 0287-381-240 atau Damkar Satpol PP di 0287-382-113.

    "Namun demikian harus diupayakan agar buaya ini di giring ke daratan. Bila penangkapan dilakukan di dalam air, akan beresiko," ujar Arief yang telah meminta petugas mempersiapkan peralatan.

    Terlepas dari soal buaya, Tim Damkar Satpol PP Kebumen sebelumnya sudah beberapa kali menangani laporan dari warga yang terganggu dengan adanya satwa seperti ular bahkan tawon (lebah). "Prinsipnya kami tidak hanya menangani kebakaran, namun bila ada warga yang membutuhkan bantuan kami siap," tegas Arief.
    (mam/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top