• Berita Terkini

    Sabtu, 03 Juni 2017

    Menguji Nyali di Jalur Rel KA, Cara Anak Kebumen Ngabuburit

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Keberadaan lintasan rel kereta api sejatinya harus terbebas dari aktivitas warga. Namun, di Dusun Kuwarisan Kelurahan Panjer, Kecamatan Kebumen lintasan rel kereta malah dijadikan lokasi ngabuburit untuk menunggu datangnya waktu berbuka puasa.

    Meski sangat membahayakan, setiap menjelang waktu berbuka puasa, lintasan rel kereta yang lokasinya tak jauh dari pos perlintasan kereta api Selang, selalu ramai dipenuhi warga. Terutama anak-anak. Sehingga ketika pengguna kendaraan melalui lintasan rel tersebut, maka dapat melihat kerumuman warga yang tengah ngabuburit.

    Abi (42), warga Desa Adikarso, Kecamatan Kebumen mengaku banyak warga terutama anak-anak sudah terbiasa melakukan tradisi ngabuburit tersebut dengan bersantai disepanjang rel kereta api. Padahal, tindakan tersebut bisa saja mengancam nyawa ketika kereta api melintas.

    Menurutnya, kebiasaan ngabuburit di rel kereta merupakan kebiasaan yang sudah berjalan sejak puluhan tahun lalu. Dia sendiri tidak mengetahui persis mulai kapan.

    "Waktu saya kecil dulu juga kaya gini. Tapi dulu mainnya di stasiun," kata dia, yang kemarin mengantarkan anaknya untuk ngabuburit di tempat itu.

    Dia mengatakan, aktivitas menunggu bedug magrib dengan bersantai di pinggir rel kereta ini sudah menjadi rutinitas ketika bulan ramadan. Bahkan, akibat keramaian ini masyarakat juga ada yang memanfaatkan untuk berjualan. "Ada banyak yang jualan makanan untuk berbuka puasa disini," ucapnya.

    Abi menyadari aktvitas ditempat itu sangat membahayakan, tetapi dia tidak bisa menahan keinginan anaknya untuk bergabung dengan teman-teman sebayanya. Abi sering melarang anak-anaknya untuk tidak melakukan aktivitas ngabuburit tersebut.

    Termasuk kepada anak-anak lain, namun itu sulit dilakukan. Sebab kegiatan ini sudah berlangsung turun temurun. "Paling yang bisa dilakukan sebagai orangtua, kalau ada kereta yang mau lewat kita ingatkan agar cepat-cepat minggir," ujarnya.

    Tak hanya warga setempat yang memanfaatkan lintasan rel kereta api jadi lokasi ngabuburit. Mereka juga datang dari Kelurahan Selang, Tamanwinangun, Adikarso dan Panjer.

    Pantauan Kebumen Ekspres, mereka yang melakukan ngabuburit ini seperti sudah terbiasa. Tak terlihat sedikitpun kekhawatiran terjadi kecelakaan tertabrak kereta yang melintas. Namun bahaya tersebut tidak dihiraukan.

    Sejumlah warga tampak santai seolah-olah nyaman melakukan aktivitas menjelang berbuka. Sebagian menjajakan barang dagangan untuk berbuka puasa, dan sebagian lainnya mengisi dengan mengalihkan nyanyian. Suasana pun jadi ramai di tempat ini.

    Ritual wajib bagi anak-anak di tempat itu bermain “gilas paku”, yaitu permainan menggilaskan paku atau uang koin saat kereta melintas. Paku-paku ditaruh di atas rel dengan dibantu pegangan dari bambu agar tak bergeser ketika roda kereta melindasnya.

    Hasilnya, paku-paku itu berubah bentuk menjadi seperti pisau. Semakin bagus bentuknya, semakin dianggap berhasil seorang anak dalam menggilaskan paku. "Senang saja, disini banyak temannya. Jadi nggak kerasa puasanya," kata Rofiq, yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

    Sekitar pukul 16.00, tanpa dikomando, kerumunan warga memadati lokasi itu dan baru bubar saat adzan magrib berkumandang.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top