• Berita Terkini

    Sunday, June 11, 2017

    Mayat Kakek Terbakar di Lahan Tebu Gegerkan Kudus

    FARUQ HIDAYAT/RADAR KUDUS
    KUDUS – Karmin, 71, seorang kakek warga Desa Pladen, Jekulo, ditemukan tewas dengan luka bakar di lahan tebu di Blok Serut Desa Terban, kemarin pukul 08.00. Korban diketahui tewas setelah hilang selama 16 jam.

    Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Kudus, korban berprofesi sebagai petani. Sebelum ditemukan tewas kemarin, pada Sabtu (10/6) lalu pukul 06.30 korban pergi bekerja ke lahan tebu di Blok Serut, Desa Terban milik Ahmad Sahid Noor.

    Mbah Karmin pergi untuk membersihkan slamper tanaman tebu di sawah. Tapi perginya tidak pamitan. ”Kalau pergi memang sering tidak pamit. Sudah biasa. Tapi biasanya pukul 10.00 bapak sudah pulang ke rumah. Lha kemarin sampai sore kok belum kembali,” kata Istri korban, Patimah, 60.

    Lantaran tak kunjung pulang, keluarga melaporkannya kepada ketua RT, polsek setempat dan lainnya. Dari laporan itu, petugas polisi, BPBD Kudus dan warga setempat langsung melakukan pencarian korban.

    Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melalui Kapolsek Jekulo AKP Subakri menyampaikan, upaya pencarian sudah dilakukan. ”Pencarian kami lakukan di lokasi lahan tebu tempat korban bekerja. Sebab, sepedanya masih di sana. Kemungkinan besar ada di lokasi tersebut,” terangnya.

    Pencarian hari pertama dimulai Sabtu pukul 16.00 hingga Minggu pukul 01.00 dini hari. Seluruh area sudah dilakukan penyisiran, tapi belum juga ditemukan. ”Area sawah sudah kami sisir semua. Selain itu, penyisiran juga kami lakukan di kali, tapi belum ketemu juga,” katanya.
    Keesokan harinya, pencarian dilajutkan. ”Syukurlah, pukul 08.00 tadi (kmarin, Red) korban berhasil ditemukan di sekitar area sawah tempat dia bekerja di lahan tebu di Blok Serut, Desa Terban, Jekulo,” jelasnya.

    Korban ditemukan dengan posisi tubuh terbaring dengan kondisi mengalami luka bakar. Menurutnya, korban diduga meninggal karena terjebak dalam api saat berniat memadamkan api yang menjalar ke lahan tebu milik orang lain.

    ”Korban membersihkan slamper tanaman tebu dengan cara dibakar. Namun apinya merambat ke lahan tebu milik orang lain. Lalu dia mencoba untuk memadamkan api. Mungkin karena api membesar, terus dia terjebak dan terbakar,” jelasnya.

    Dia menyampaikan, dari hasil pemeriksaan dokter di Puskesmas Jekulo, dr. Doni Wicaksono, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Hanya ditemukan luka bakar di bagian muka, tangan, dan kaki.

    Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke rumah duka dengan menggunakan mobil team SAR BPBD Kudus dan dimakamkan pukul 13.00 di Makan Islam “Songondro” Desa Pladen.

    Istri korban, Patimah, 60, tidak menduga suaminya bakal terkena musibah. ”Saya tidak mendapatkan isyarat apapun jika terkena musibah ini. Tapi sehari sebelum bapak pergi ke sawah, saya kejatuhan dua cicak. Satu di leher belakang dan satunya lagi di tangan sebelah kiri mungkin ini menjadi pertanda,” ujarnya. (ruq/lil)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top