• Berita Terkini

    Wednesday, June 14, 2017

    Lima Kapal Pelabuhan Juwana Terbakar

    PATI – Lima Kapal Motor (KM) berbagai jenis di kolam Pelabuhan Kelas III Juwana turut Desa Bajomulyo hangus terbakar kemarin. Kebakaran diduga berasal dari percikan api las salah satu perbaikan kapal. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Pemilik kapal mengalami kerugian sekitar Rp 8 miliar.

    Peristiwa itu sekitar pukul 11.30. Ada ratusan kapal yang sedang parkir di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Saat itu, Hardi, 40, warga Desa Tondokerto, Jakenan, sedang mengerjakan perbaikan pengelasan bagian KM Sido Mulyo Lestari, jenis kapal pancing milik Radi Kiswoyo, warga Desa Pekuwon, Juwana.

    Hardi sedang melakukan pengelasan stut atau penguat penyangga rumah kapal. Setelah melakukan pengelasan di beberapa bagian, stut kapal yang terbuat dari pipa besi ukuran 3 inch ketika dilas pada bagian yang keropos terdapat lubang besar. Akhirnya pengelasan tidak dilanjutkan karena stut harus dipotong dan disambung. Sebelum meninggalkan area pengelasan, sudah dilakukan penyiraman.

    Api sudah dipastikan padam dan pekerja pengelasan turun untuk mematikan mesin diesel di dermaga. Setelah itu, Hardi kembali naik ke kapal. Selang empat menit, tiba-tiba ada asap di bagian kamar ABK. Api membesar, warga sekitar berusaha memadamkan api dengan air di sekitarnya.

    Lantaran api semakin besar dan angin kencang ke arah selatan, akhirnya kobaran api itu menyambar empat kapal di bagian selatan. Keempat kapal itu, KM Sido Tambah Rejeki milik Tritamin, warga Bajomulyo, Juwana; KM Berkah Abadi milik Iwan warga Kabupaten Pekalongan; Tri Tambah Barokah milik Ahmad Ansori, warga Bajomulyo, Juwana; dan KM Rosidah Tambah Rejeki milik Dian Asih warga Bajomulyo, Juwana.

    Kebakaran hebat tak terelakkan. Warga dan ABK sekitar berusaha mengamankan kapal lainnya supaya tidak ikut terbakar. Sementara itu, jarak unit pemadam kebakaran jauh dari lokasi, sehingga baru dipadamkan selang beberapa menit setelah kejadian. Kapal yang diperbaiki pekerja las hangus dalam sekejap. Sedangkan dua kapal yang berdekatan, KM  Sido Tambah Rejeki dan KM Berkah Abadi ikut hangus terbakar.

    Sementara dua kapal lainnya, KM Tri Tambah Barokah dan KM Rosidah Tambah Rejeki hanya terbakar 50 persen. Kedua kapal itu belum digunakan karena baru dibuat menyesuaikan larangan penggunaan kapal cantrang.

    Beruntung, kapal di sebelah timurnya bisa diselamatkan. Di antaranya, KM Sea World One. Salah satu ABK-nya, Iwan dari Kabupaten Malang, Jawa Timur, langsung bergerak cepat saat melihat kobaran api dari kapal sebelahnya. Di tengah-tengah kepanikan, dia bersama beberapa rekannya langsung melepas tali kapal dan menarik jauh dari lokasi kebakaran. ”Bersyukur banget karena kapal kami tidak ikut terbakar. Karena angin dari arah timur, jadi kapal-kapal yang ada di timur masih dapat diamankan,” katanya.

    Hardi mengaku, sebenarnya tidak mengetahui jelas dari mana asal muasal api. Padahal, api sudah dipadamkan. Tiba-tiba dia mendapati ada kobaran api di dekat kamaran ABK. Ia pun pasrah dengan kejadian tersebut. Hardi yang sudah 11 tahun ini bekerja menjadi tenaga perbaikan kapal sudah dimintai keterangannya oleh petugas Sat Polair Polres Pati. ”Beruntung tidak ada yang luka-luka karena saat melihat kobaran api, saya dan beberapa pekerja pengelasan lainnya berhamburan pergi,” imbuhnya.

    Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui KBO Sat Polair IPTU Daffid Paradhi menjelaskan, api dapat dipadamkan dua jam setelah kejadian, sekitar pukul 13.30. Ada 15 mobil tangki air yang digunakan untuk menjinakkan api. Tiga mobil damkar dari Pemkab Pati, dua mobil damkar Pemkab Rembang, dua mobil damkar milik pabrik swasta, satu unit water canon Polres Pati, dan delapan mobil tangki air.

    ”Kerugian yang ditaksir mencapai Rp 8 miliar. Sejumlah saksi sudah diperiksa. Kesimpulan sementara, api diduga berasal dari percikan las di KM Sido Mulyo Lestari,” ucap Daffid. (put/lil)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top