• Berita Terkini

    Tuesday, June 6, 2017

    Dua Pekerja di Solo Tewas Seketika Tertimpa Tembok

    ISWARA BAGUS NOVIANTO/RADAR SOLO
    S
    OLO – Arus lalu lintas di Jalan Ir Juanda, Kampung Balong RT 01 RW 09, Kelurahan Sudiroprajan,  Kecamatan Jebres, seketika macet, kemarin (6/6). Hampir separo badan jalan tertutup puing. Di antara puing-puing terlihat dua orang terkapar.

    Mereka adalah Parman, 36, warga Dukuh Ngemblung Kulon RT 04 RW 01, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar dan Suparmo, 46, warga Dukuh Sladi, RT 01 RW 03 Desa Tubokarto, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.

    Sekitar pukul 09.00, Parman, Suparmo, dan  Darmadi mulai bekerja merobohkan tembok setinggi lima meter, panjang 15 meter di bangunan milik Lori Sinta Dewi. Tidak ada yang janggal pagi itu.

    Dua jam kemudian, ketiga pekerja bangunan itu berencana melepas kayu kusen. Mereka pun berbagi tugas. Dengan menggunakan tangga, Darmadi menggempur tembok bagian atas. Sedangkan Parman dan Suparmo melakukan hal serupa di sisi bawah tembok dengan posisi jongkok.

    Baru beberapa kali memukulkan palu ke tembok, Darmadi mendengar warga sekitar berteriak ambruk! “Saya langsung loncat dari tangga,” terang warga Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar tersebut.

    Nahas, Parman dan Suparmo tak sempat menghindar. Mereka tertimpa beton dan puing tembok bangunan sisa kerususuhan Mei 1998 itu. Keduanya mengalami luka cukup parah.

    Meskipun cepat meloncat, Darmadi tak luput dari luka. Kepalanya bocor dan kakinya keseleo. Namun, dia masih sempat menyingkirkan puing-puing yang mengubur dua rekannya. Sayang, nyawa Suparmo dan Parman tidak terselamatkan karena mengalami luka parah.

    Selain itu, Widodo, 30, pengendara yang melintas persis saat tembok ambruk, ikut terluka. Sedangkan sepeda motor Honda Beat nomor polisi AD 5428 UL yang dikendarainya ringsek tertimpa batu bata.

    “Tadi saya dari arah timur. Mau pulang ke Boyolali. Pas di lokasi saya berhenti karena lampu merah. Tiba-tiba temboknya roboh dan menimpa bagian depan motor. Tangan dan kaki kiri saya luka,” ujar warga Dukuh Kurukan RT 04 RW 09, Desa Pandean, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali itu.

    Peristiwa itu langsung menyita perhatian warga. Mereka segera menyemut. Disusul anggota Polsek Jebres dan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Satreskrim Polresta Surakarta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    Kasatreskrim Polresta Surakarta Kompol Agus Puryadi menuturkan, jasad Suparman dan Darmadi dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi untuk diotopsi.

    “Kita akan memanggil pemilik rumah untuk mengetahui keadaan pasti rumah tersebut. Dugaan murni kecelakaan kerja. Tembok sudah keropos dimakan usia. Terkena benturan sedikit saja, langsung ambruk,” kata Agus. (atn/wa)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top