• Berita Terkini

    Thursday, June 1, 2017

    Desa di Kecamatan Gombong ini Jadi Wisata Rohani Selama Ramadan

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Jika dikelola dengan baik, sebuah masjid bukan hanya dapat menjadi pusat peribadatan saja, melainkan juga mampu menjadi pusat perekonomian .  Hal ini salah satunya dibuktikan oleh Masjid Nurul Falaah yang berada di Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong.

    Ya di Masjid yang mempunyai visi “Terciptanya Masjid Nurul Falaah Sebagai Pusat Peradaban Islam” tersebut, setiap Bulan Ramadhan selalu dilaksanakan kegiatan Pasar Sore Ramadhan (Pasora). Kegiatan tahun 2017 ini, merupakan kali ketujuh Masjid Nurul Falaah melaksanakan Pasora.

    Dari pantauan Kebumen Ekspres, Kamis (1/6/2017), Kegiatan Pasora yang dilaksanakan di sepanjang jalan depan Kantor Balai Desa Kedungpuji memang sangat luar biasa. Puluhan pedagang dari berbagai penjuru, memadati jalan sepanjang 500 meter tersebut.

    Suasana setiap sore di Pasora pun ramai dikunjungi warga yang bertransasksi sekaligus ngabuburit (menunggu saat buka puasa tiba) dari berbagai usia. “Dulu pada awalnya hanya terdapat tiga pedagang, itu pun panitia yang berjualan,” tutur Ketua Panitia Ustadz Saryono melalui Sekretarisnya Saifudin SE.

    Saifudin menjelaskan, setiap Bulan Ramadhan Desa Kedungpuji menjadi wisata rohani. Kegiatan diawali dengan kerja bakti di lingkungan masjid. Acara dilanjutkan dengan agenda kedua yakni Pawai Ta’aruf keliling Desa Kedungpuji. Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan bersama dengan Group Drum Band dari SD Negeri 2 Kedungpuji.

    "Selanjutnya yakni Pasar Sore Ramadhan yang selalu menjadi program andalan panitia. Pasar musiman yang menjadi salah satu icon masyarakat Kedungpuji selama Bulan Ramadhan tersebut, digelar di sepanjang jalan Masjid Nurul Falaah sampai gapura Balai Desa Kedungpuji,” terang Saifudin.

    Pasora, lanjutnya, telah menjadi tempat wisata kuliner warga Kedungpuji. Sejak dilaksanakan tujuh tahun lalu, setiap tahunnya para penjual yang mendaftarkan untuk menjajakan dagangannya semakin bertambah.

    “Tahun 2017 ini ada 50 stand yang sudah mendaftar dan sudah memasang patok lokasi untuk berjualan diantaranya bakso, batagor, es sop buah, pecel, gorengan, sate, soto, ayam bakar, bakso bakar, empek-empek, es cream, es pisang hijau, pakaian muslim, obat herbal, mainan edukatif pernak-pernik islam, asesories dan lain sebagainya,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top