• Berita Terkini

    Monday, June 19, 2017

    Cerita Warga Gemeksekti: Ditinggal Nonton Mercon, tak Tahunya Rumah Rusak

    KEBUMEN(kebumenekspres.com) - Belasan rumah  di Desa Gemeksekti Kecamatan Kebumen mengalami kerusakan menyusul ledakan yang berasal dari pemusnahan barang bukti Polres Kebumen, di wilayah setempat, Senin (19/6/2017). Berikut penuturan warga saat-saat kejadian tersebut.

    Samin, salah satu warga setempat mengatakan, ledakan sebenarnya terjadi cukup singkat. "Namun, dahsyatnya ledakan dirasakan warga seperti gempa. Saking terkejutnya, terdapat warga yang menganggap telah terjadi kiamat," kata pria warga RT 3 RW 6 Desa setempat yang rumahnya ikut menjadi korban ledakan.


    Saat kejadian, Samin yang sedang sakit dan berada di rumah sendirian.  Sementara, istri dan anaknya sedang melihat proses polisi memusnahkan mercon. “Saya sedang tidur, dan sangat terkejut karena mendengar ledakan yang disertai gempa. Tiba-tiba, terdengar bunyi kaca pecah berjatuhan, plafon rumah juga runtuh ,” terangnya.


    Dalam kepanikan tersebut, Samin pun berteriak memanggil istri dan anaknya. Namun panggilannya tidak mendapatkan jawaban. Samin pun semakin panik dengan kondisi tersebut. “Saya sangat panik dan menganggap ini kiamat. Istri dan anak saya baru tahu setelah mereka pulang dari nonton pemusnahan,” paparnya.

    Ya, saat kejadian memang kebanyakan warga yang rumahnya terdampak ledakan berada di lokasi. Bahkan, mereka sempat mengabadikan saat ledakan terjadi.

    Nah, ketika pulang itulah, mereka baru sadar jika rumahnya rusak akibat ledakan dashyat itu. Salah satunya,
    Yulinda (20) yang melihat langsung proses pemusnahan mercon mengatakan, ledakan terdengar sangat dahsyat hingga membuat kepala dan telinga terasa sakit. “Setelah melihat ledakan, saya terus pulang, dan saat itu saya baru tahu jika beberapa bagian rumah rusak,” ucapnya.

    Kepala Desa Desa Gemeksekti Kecamatan Kebumen, Ngumuludin, ada  setidaknya 16 rumah rusak dan sebuah masjid, Kerusakan yang paling parah terjadi pada rumah Samin (62). Pasalnya hampir semua bagian rumah milik Samin yang berada pada 100 meter dari titik ledakan mengalami kerusakan. Mulai dari dinding, plafon, kaca hingga berapa barang elektronik.

    Adanya insiden tersebut pun seketika mendapatkan tanggapan dari beberapa warga. Terdapat beberapa warga yang menyalahkan pihak kepolisian yang tidak  memperhitungkan efek ledakan secara matang. (cah/mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top