• Berita Terkini

    Rabu, 07 Juni 2017

    Bupati Kebumen: Buaya Lukulo Bakal Ditangkar

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Munculnya buaya di wilayah Muara Sungai Lukulo beberapa pekan terakhir mulai membuat resah sejumlah masyarakat setempat. Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, meminta masyarakat tidak mengusik binatang buas itu agar tidak berubah menjadi agresif.

    Bupati berpendapat keberadaan buaya bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri. Apalagi Pemkab Kebumen juga akan membangun penangkaran buaya di Muara Sungai Kalibodo Kecamatan Ayah.

    "Buaya menjadi daya tarik wisata kalau sudah ditangkap dan ditangkarkan di habitat aslinya," kata Mohammad Yahya Fuad, kepada Kebumen Ekspres, Selasa (6/6/2017).

    Penangkaran buaya yang akan mulai dibangun tahun 2018 mendatang itu merupakan satu paket dengan wisata mangrove Ayah. Sehingga nantinya, wisatawan yang khusus ingin melihat buaya juga sekaligus menikmati hutan mangrove.Buaya yang saat ini ada di Muara Sungai Lukulo bisa dijadikan satu tempat dengan buaya-buaya yang terlebih dulu ada di Sungai Bodo.

    "Atau bisa juga ditangkar di Desa Maduretno. Tapi disitu kan harus nyari tempatnya dulu," ujarnya.

    Bupati meminta masyarakat agar tetap tenang, pihaknya akan berupaya mencari solusi terbaik untuk mengevakuasi buaya tersebut. Tapi yang terpenting itu keselamatan warga yang harus diutamakan," imbuhnya.

    Terpisah, Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebumen, Titi Widagni, mengatakan untuk penanganan lebih lanjut pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait. Diantaranya Balai Pengelolaan Hutan Kebumen, yang akan diteruskan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah. "Karena yang ahlinya menangani satwa seperti ini mereka," tegasnya, di kantornya, kemarin.

    Pihaknya meminta masyarakat tetap tenang dan waspada, khususnya bagi yang tinggal di daerah munculnya buaya tersebut.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top