• Berita Terkini

    Jumat, 12 Mei 2017

    Selidiki Kematian Praka Yuda, ini Penjelasan TNI AU

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan internal terkait meninggalnya Praka Yuda Prihartanto, anggota Yonko 464 Paskhas di RS Lanud Abdurrachman Saleh Malang asal Kabupaten Kebumen, pada Kamis lalu (11/5/2017).

    Dalam pernyataan resminya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan duka citanya yang mendalam atas meninggalnya korban sekaligus meminta maaf atas kejadianitu. Dan, saat ini Pomau Lanud Abdurrachman Saleh Malang tengah melakukan penyelidikan terkait kasus ini.

    "Bila nanti ada perwira yang terbukti bersalah atas kejadian ini, akan diberi hukuman setimpal sesuai perundang-undangan," ujar  Hadi Tjahjanto.

    Peristiwa itu berawal, saat tiga orang Perwira remaja Paskhas masing-masing Lettu MP, Letda AJ, dan Letda IH mendapat perintah dari atasannya Kapten Pas NP selaku Pjs Pasiop menangani persoalan Praka Yuda (korban) yang terkena masalah utang piutang pada Kamis pagi (11/5/2017).

    "Setiap ditanya, Praka Yuda (korban) selalu berbelit-belit saat memberi jawaban. Dan diambil tindakan, Praka Yuda dikunci dalam sebuah kamar barak," demikian pernyataan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

    Atas tindakan itu, korban berusaha melarikan diri dari kaca nako. Namun berhasil kembali diamankan dan dilakukan pemeriksaan kembali.

    Sekitar pukul 11.15 WIB, korban meminta ijin ke kamar mandi. Permintaan itu dituruti dan ketiga seniornya melepas ikatan tali di tangan korban. Namun, korban yang lama di kamar mandi membuat seniornya curiga. "Yud, ngapain kok lama sekali dan dijawab oleh korban Siap Ndan sebentar lagi," terang Hadi Tjahjanto.

    Saat keluar dari kamar mandi, korban berlari bahkan sempat menubruk Letda AJ. Sejurus kemudian, menurut  Hadi Tjahjanto, korban yang berlari ke arah barak keluar kembali dengan pisau komando di tangannya.

    Kepada Letda AJ, korban sempat mengatakan tidak akan menyerang namun akan bunuh diri. "Saat ditanya apakah dia mau menyerang, korban menjawab tidak saya mau bunuh diri sambil menusukkan pisau tersebut dari sisi sebelah kanan hingga tembus ke sisi kiri,"

    Melihat kejadian itu, Letda AJ berteriak meminta pertolongan. Korban lantas diantar ke RSAU Lanud Abdurrachman Saleh menggunakan kendaraan Batalyon paskhas 464 dan didampingi para seniornya. Namun sekira pukul 11.28 WIIB nyawa korban tak tertolong.

    "Saat ini komandan Korpaskhas tengah berada di lokasi dan mendengarkan langsung dari anak buahnya yang terlibat dalam proses pembinaan tersebut," ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sembari menegaskan pihaknya akan terbuka dan transparan dalam penanganan kasus ini.

    Praka Yuda Prihartanto (29) meninggal dalam kompleks Ksatriyan Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Malang, Jawa Timur, Kamis (11/5/2017). Awalnya, korban disebut bunuh diri lantaran depresi. Namun, hasil otopsi menunjukkan korban tewas karena penganiayaan. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban tewas dengan banyak luka di tubuhnya bahkan ada luka tusuk di leher.

    Dia diduga dianiaya 3 orang perwira yang baru selesai latihan komando. Ada pun salah satu pelaku diketahui berpangkat Lettu dengan insial AM. Dia kabarnya adalah pelaku utama peristiwa ini.

    Praka Yuda diketahui sebagai anak pertama dari dua bersaudara anak pasangan Triswiyati (52)-Mujiono (almarhum). Almarhum dikenal sangat baik di mata keluarga. Sebelum maut menjemput, korban disebut akan menikah. (cah).

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top