• Berita Terkini

    Tuesday, May 9, 2017

    Satu Peserta UN SMP di Temanggung Meninggal Dunia

    ILUSTRASIILUSTRASI
    TEMANGGUNG – Hingga akhir pelaksaan ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah pertama (SMP), Senin (8/5), tercatat 60 siswa absen. Berbagai macam alasan muncul, salah satu di antaranya meninggal dunia sebelum UN dilaksanakan.

    Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung, Ujiono menyebutkan, UN di Temanggung dilakukan dua metode yakni ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dan ujian nasional yang masih mengunakan metode tertulis (UNP). Peserta UNP sebanyak 9.923 siswa sedangkan peserta UNBK sebanyak 672 siswa.

    “Total peserta UN secara keseluruhan sebanyak 10.595,” terangnya, Selasa (8/5).

    Dari jumlah siswa tersebut tercatat 60 siswa tidak mengikuti UN, di antara 59 siswa dari UNP dan 1 siswa dari UNBK. Mereka tidak mengikuti UN karena berbagai alasan.

    “Ada satu siswa yang meninggal dunia yakni Bagus Ardiyanto siswa SMP N I Tlogomulyo, siswa itu sudah tercatat sebagai peserta UN dan meninggal dunia jauh sebelum UN dilaksanakan. Alasan lainnya sakit, mengundurkan diri, tanpa keterangan, pindah keluar Jawa dan beberapa lainya,” ujarnya.

    Ujiono menjelaskan, siswa yang tidak mengikuti UN kali ini, bisa mengikuti UN susulan pada hari Senin (22/5) dan Selasa (23/5) mendatang. Mereka masih mempunyai kesempatan untuk lulus dari bangku SMP.

    “Baik dari UN tertulis maupun UNBK, UN susulan waktunya sama, hanya saja tempatnya berbeda. Mereka akan mengerjakan soal UN susulan di sekolah masing-masing,” terangnya.

    Adapun SMP yang melaksanakan UNBK baru 5 sekolah, yakni SMP N I Bulu, SMP N 2 Temanggung, SMP N I Tembarak, IT Istikomah Tembarak, dan MTs Al Mukmin.

    “Empat SMP masih numpang, yang mandiri baru SMP N 2 Temanggung. Pesertanya juga paling banyak di SMP N 2 Temanggung yakni sejumlah 247 siswa,” jelas Ujiono.

    Ujiono menambahkan, di Kabupaten Temanggung secara keseluruhan ada 108 SMP dan MTs. Terdiri dari 42 SMP negeri, 32 SMP swasta yang sudah ikut UN, satu SMP swasta belum ikut UN karena masih tergolong sekolah baru. Lainnya ada lima SMP terbuka, dua MTs negeri dan 31 MTs swasta.

    “Mayoritas siswa yang tidak mengikuti UN tertulis berasal dari SMP terbuka, dengan alasan bekerja di luar kota dan tidak bisa menginggalkan pekerjaannya. Tapi mereka juga masih mempunyai kesempatan untuk mengikuti UN susulan 22 hingga 23 Mei mendatang,” tutupnya.(set)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top