• Berita Terkini

    Saturday, May 20, 2017

    Sambut Ramadan, FKPAI Bagikan Sembako Murah dan Pengobatan Gratis

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN-Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kecamatan Pejagoan, menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial di Desa Pengaringan, Kamis (18/5/2017).

    Kegiatan yang terkonsentrasi di Kantor Balai Desa Pengaringan tersebut diikuti oleh ratusan warga setempat. Bakti Sosial dilaksanakan dengan membagikan paket sembako murah, pakaian murah serta layanan pengobatan gratis.

    Bakti Sosial diawali dengan tausyiah oleh KH Hasan Bisri. Acara juga dihadiri oleh muspika Kecamatan Pejagoan dan Jajaran Perangkat Desa Pengaringan. Acara bakti sosial juga dibuka dengan penyerahan sembako secara simbolis oleh Camat Pejagoan Suyitno SSos kepada Kepala Desa Pengaringan Bejo Bejo Priyanto.

    Kegiatan yang mengusung tema “Dengan berbagi pada sesama sebagai wujud kepedulian rasa sosial dan toleransi” tersebut selaras dengan kondisi keberagaman budaya dan agama di Desa Pengaringan yang mampu hidup rukun dan berdampingan tanpa ada gesekan antar pemeluk agama.

    Ketua FKPAI Kabupaten Kebumen Lukman Haris mengatakan bakti sosial dilaksanakan guna menyambut datangnya Bulan Ramadhan 1438 H. Dalam bulan tersebut Umat Islam akan berlomba-lomba untuk mendulang amal sholeh. “Dalam kegiatan ini FKPAI Kecamatan Pejagoan, menggandeng Fatayat NU dan juga Aisyiah Muhammadiyah untuk pengadaan paket sembako dan pakaian murah,”tuturnya, sembari menambahkan untuk pengobatan gratis, FKPAI bekerjasama dengan PKU Muhammadiyah Sruweng.

    Dijelaskannya, paket sembako yang berisi 0,5 kiligram beras, 0,5 kilogram gula pasir, 5 bungkus mie instan dan 0,5 liter minyak goreng serta 1 pak teh celup tersebut bisa didapatkan dengan hanya menebus sebesar Rp 10 ribu rupiah. “Saya dapat satu paket sembako dan 3 potong pakaian dengan bayar 20 ribu,” kata salah satu warga.

    Sementara itu, Kepala Desa Pengaringan Bejo Priyanto menyampaikan meskipun berbeda agama namun warga masyarakat Desa Pengaringan mampu hidup rukun berdampingan sejak dulu. “Di Desa Pengaringan total penduduk mencapai 200 kepala keluarga (KK).  40 KK diantaranya merupakan non muslim,” paparnya.

    Bejo menambahkan, pada kegiatan peringatan hari besar keagamaan, warga saling membantu satu sama lain. Dengan demikian maka kegiatan dapat berjalan dengan lancar. “Yang Muslim membantu non Muslim, begitu pula sebaliknya,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top