• Berita Terkini

    Friday, May 26, 2017

    Pendaki Puncak 29 Ditemukan Meninggal

    ILUSTRASILUSTRASI
    KUDUS- Seorang pendaki, Sahal Mahfud, 25, meninggal saat beristirahat di salah satu warung di Puncak 29, Desa Rahtawu, Gebog. Korban diketahui tidak bernyawa sekitar pukul 05.00, kemarin.

    Kapolsek Gebog AKP Muhaimin mengatakan, korban merupakan warga RT 3 RW 1 Desa Pladen, Kecamatan Jekulo. Saat muncak korban tidak sendiri. Dia bersama lima orang temannya yang masih satu desa. Di antaranya, Muhammad Ridwan, 19; Agus Prasetyo, 16; Endi Sri Mulyanto, 19; Muhammad Agus Riyanto, 20. Mereka berangkat Kamis (25/5) sekitar pukul 22.00.

    Mereka tida di Desa Rahtawu sekitar pukul 23.00. Selanjutnya, mereka melakukan perjalanan menuju ke puncak 29. Jumat (26/5) sekitar pukul 02.00 mereka sampai di puncak. Setelah itu, mereka menuju warung makan milik Sijan, 70, untuk tidur. Namun, sekitar pukul 03.00 korban tiba-tiba berteriak-teriak lalu diam. Kemudian sekitar pukul 05.00, korban dibangunkan temannya, Muhammad Ridwan.

    Korban tidak kunjung bangun. Muhammad Ridwan mengaku, wajah korban tampak pucat dan tubuhnya dingin. Dia memberitahu kejadian tersebut kepada  teman-temannya. Teman korban meminta pertolongan kepada para pendaki lain. Lantas sekitar pukul 06.30 para pendaki dan warga membawa turun korban ke perkampungan agar mendapat pertolongan.
    ”Korban tiba di perkampungan sekitar pukul 09.00. korban sudah dalam kondisi meninggal. Mengetahui informasi itu, kami bersama mobil ambulans dari Puskesmas Gondosari mendatangi TKP,” terangnya.

    Sampai di TKP korban dibawa ambulans menuju Puskesmas Gondosari. Korban sampai di Puskesmas Gondosari dilakukan pemeriksaan oleh unit Inafis Polres Kudus dan dokter Rusdi Hartoyo.

    ”Dari pemeriksaan tim medis hasil tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Semoga tidak dialami pendaki lain. Pastikan saat mau ke puncak 29 kondisi fisik fit dan mengajak teman dan warga setempat untukk pemandu,” himbaunya.

    Kepala Desa Rahtawu, Sugiyono mengatakan, banyak sekali pendaki yang muncak dan waktunya tidak beraturan. Dia menduga korban meninggal karena kedingginan.
    ”Di puncak dingin. Selain itu, pendaki terkadang bergadang. Padahal, perjalanan untuk sampai ke atas itu melelahkan. Sebaiknya digunakan istirahat. Jika memiliki penyakit sebaiknya membawa obat. Selain itu, harus mengetahui beberapa pantangan saat mendaki,” ungkapnya. (ruq/ris)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top