• Berita Terkini

    Saturday, May 20, 2017

    Lazis Jateng Kebumen Gelar Latihan Menjahit

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Lembaga Zakat Infak dan Shodaqoh (LAZIS) Jateng Kebumen bukan hanya membagikan  dana zakat infak dan shodaqoh saja, melainkan juga membina warga agar dapat hidup mandiri. Hal ini salah satunya dilaksanakan dengan program pelatihan menjahit.


    Program tersebut telah rutin dilaksanakan selama tiga tahun. Dengan adanya pelatihan diharapkan masyarakat mempunyai skill yang memadai, baik untuk bekerja maupun berusaha mandiri. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kesejahtraan masyarakat. “Saat ini kami sedang mengadakan lomba menjahit yang diikuti oleh 26 peserta. Adapun para peserta terbut merupakan alumni dari pelatihan menjahit LAZIS Jateng Kebumen,” tutur  Ketua LAZiS Jateng Kebumen Aris Mustopo melalui melalui Staff Pemberdayaan Aeni Husniah, Jumat (19/5/2017).

    Dijelaskannya, dengan adanya lomba diharapkan akan meningkatkan kompetensi para alumni pelatihan. Selain itu pelatihan juga dilaksanakan guna meningkatkan rasa kompetisi para peserta.  Adapun lomba yang dilaksanakan yakni membuat busana gamis. “Lomba kali ini dilaksanakan berkat kerja sama LAZIS Jateng Kebumen dan LPK Syukur Nikmat yang beralamat di  RT 1 RW 1 Desa Sidoharjo Kecamatan Sruweng,” terangnya.

    Menurutnya, zakat wajib dikeluarkan bagi setiap orang yang mampu. Sedangkan yang berhak menerima zakat terdapat delapan golongan.  Dengan adanya peningkatan keterampilan diharapkan akan meningkatkan penghasilan. “Ini sangat penting untuk terus dilaksanakan, sehingga dapat meminimalisasi angka kemiskinan di Kebumen,” paparnya, sembari mengatakan total hadiah pada lomba mencapai Rp 1,5 juta.

    Sementara itu, Pimpinan LPK Syukur Nikmat Sulastri mengatakan, setelah mengikuti pelatihan selama dua bulan, para peserta telah mampu membuat pakaian dengan baik. Adanya modal pengetahuan tersebut diharapkan selalu dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. Sebab setiap tahun model pakaian selalu berubah sesuai dengan kreativitas masing-masing desainer.  “Dengan selalu mengikuti perkembangan zaman, maka meski penjahit kampung tidak akan ketinggalan,” terangnya.

    Sulastri menambahkan, saat ini dengan kemajuan internet, masyarakat dengan mudah dapat melihat berbagai macam model pakaian. Dengan demikian maka model yang ada di kota besar dapat diketahui hanya dengan hitungan menit. “Intinya jangan sampai ketinggalan, kalau tidak ketinggalan tentunya akan laku sepanjang masa,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top