• Berita Terkini

    Tuesday, May 30, 2017

    "Klotekan", Tradisi Bangunkan Sahur Warga Tamanwinangun

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Menjalankan sahur atau makan sebelum imsak, selain merupakan salah satu ibadah juga bermanfaat untuk menjaga ketahanan tubuh.  Dengan  menjalankan sahur maka, kondisi perut tidak kosong saat menjalankan ibadah puasa.

    Namun sahur yang harus dilakukan dini hari seringkali membuat sejumlah warga melewatkannya. Seiring dengan itu, muncullah tradisi membangunkan warga sahur yang biasa disebut klotekan. Di beberapa tempat tradisi klotekan ternyata masih aktif dilaksanakan, salah satunya di Kelurahan Tamanwinangun Kecamatan Kebumen.


    Klotekan dilaksanakan oleh para pemuda dengan membunyikan bedug, kentongan dan beberapa alat lainnya. Dengan menggunakan becak dan grobag, para pemuda berkeliling kampung untuk membangunkan sahur penduduk.

    “Sahur... Sahur... waktu sudah mendekati imsak, sahur... sahur...,” tutur salah satu pemuda dengan suara lantang.

    Kegiatan klotekan dilaksanakan sekitar pukul 02.00-03.30 WIB.  Di malam yang tenang, bunyi dari beberapa alat yang digunakan untuk klotekan mampu terdengar hingga jauh.  Warga yang mendengar akan terbangun untuk segera menjalankan sahur. “Kami senang menjalankan klotekan. Kami berharap tidak ada warga yang tidak sahur akibat bangun kesiangan,” tutur Ali (15).

    Adanya kegiatan klotekan pun disambut baik warga. Selain untuk membangunkan sahur, kegiatan klotekan juga membuat anak-anak mudah dibangunkan sahur.

    Wiwin (29) warga RT 2 RW 2 Kelurahan Tamanwinangun mengatakan, anak-anak terkadang sulit dibangunkan  untuk melaksanakan sahur. Alasannya tentu macam-macam seperti capek, masih ngantuk, masih kenyang dan lain sebagainya. Klotekan cukup efektif untuk membangunkan anaknya, Malik (4) untuk bangun dan diajak bersantap sahur.

    “Kegiatan tersebut sangat positif, adanya klotekan, anak saya jadi mudah dibangunkan sahur, lantaran ingin melihatnya, ” katanya.

    Wiwin menambahkan, pihaknya berharap kegiatan klotekan dapat dilestarikan pada setiap Bulan Ramadhan. Adanya klotekan secara tidak langsung juga turut serta menjaga keamanan lingkungan, sebab para pemuda melaksanakannya dengan berkeliling kampung.   “Dalam kegiatan tersebut, mereka turut serta menjaga keamanan lingkungan,  seperti halnya  ronda malam,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top