• Berita Terkini

    Friday, May 12, 2017

    Kepergian Praka Yudha Tinggalkan Duka Mendalam bagi Keluarga di Kebumen

    imam/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Praka Yudha Prihartanto anggota anggota Batalyon Komando (Yonko) Paskhas 464/Malang tewas dengan tubuh penuh luka. Kepergiannya pun menyisakan duka mendalam bagi keluarganya di Desa Pesuruhan Kecamatan Puring.

    Tris Wiyati (52) yang tidak lain adalah ibu kandung korban menyampaikan, Yuda merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Yudha bertugas sejak tahun 2009. Hingga kini Yudha masih bujangan, dan belum mau menikah.

    Alasannya Yudha akan menikah setelah adiknya, Yosua, sukses. “Kemarin saya mau menyampaikan jika mau menikah, menikah saja dan tidak usah menunggu adiknya. Namun sebelum saya sempat menyampaikan, ini semua sudah terjadi,” katanya, sembari menambahkan korban juga baru pulang dari tugas PBB untuk menjaga perdamaian di Lebanon

    Tri Wiyati yang selama ini tinggal di Bandung menyampaikan, dirinya tidak punya rasa dendam kepada pelaku, kendati demikian kasus tersebut harus diusut sampai tuntas. Pihaknya sama sekali tidak menyangka jika ada manusia yang bertindak seperti binatang.

    Dan tega berbuat hingga nyawa anaknya melayang. “Saya telah membesarkan anak saya dengan susah payah. Namun ada manusia yang bertindak seperti binatang. Saya selalu berdoa semoga Tuhan Yesus mengampuni dosa para pelaku. Kasus ini harus diselesaikan hingga tuntas, dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal,” terangnya.

    Sementara itu paman dari Praka Yudha Prihartanto Sukamsi (59) membenarkan jika terdapat beberapa luka di jenazah korban. "Semua sudah di visum oleh dokter," ucapnya, singkat.

    Jenazah Praka Yudha Prihartanto dimakamkan di pemakaman umum RT 03 RW 1 Desa Pesuruhan Kecamatan Puring, Jumat (12/5) sekitar pukul 14.00 WIB.


    Terpisah, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan pihaknya akan memanggil seluruh komandan pada matra TNI AU ke Jakarta pekan depan menyusul tewasnya Praka Yudha di Rumah Sakit TNI AU Lanud Abdurachman Saleh akibat luka pada bagian leher.

    Hadi mengambil keputusan tersebut tidak lain guna mencegah insiden serupa yang dialami oleh Praka Yudha terulang. Dia tidak ingin hal itu kembali terjadi. ”Minggu depan para komandan saya panggil ke Jakarta untuk menerima pengarahan,” kata dia kepada Jawa Pos kemarin (12/5). Pengarahan tersebut tidak cepat dia lakukan lantaran dirinya masih menjalankan tugas di Belarusia.



    Menurut Hadi, sampai saat ini penyelidikan insiden tersebut masih dilakukan oleh Polisi Militer Angkatan Udara (POMAU) . Dia memastikan bahwa prajurit TNI AU yang terbukti melakukan tindakan melanggar hukum akan mendapat sanksi tegas. ”Bila terbukti melakukan tindakan melawan hukum,” jelasnya. Dia memastikan, hukuman yang diberikan sesuai dengan UU yang berlaku.



    Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya pun menyampaikan hal serupa. Langkah ke depan yang akan diambil oleh TNI AU menyesuaikan hasil penyelidikan. Dia belum bisa memberikan keterangan pasti mengenai penyebab tewasnya Praka Yudha. ”Menunggu hasil penyelidikan,” kata dia kemarin. Sesuai keterangan Hadi, penyelidikan tengah dilaksanakan oleh POMAU.(mam/jpnn)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top