• Berita Terkini

    Saturday, May 6, 2017

    Belasan Warga Banjarnegara Keracunan Massal Usai Tahlilan

    darno/radarabanyumas
    BANJARNEGARA - Belasan warga Desa Masaran Kecamatan Bawang, Kabupaten Purbalingga harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala keracunan.

    Informasi yang berhasil dihumpun, kejadian berawal saat warga menyantap hidangan yang disajikan dalam acara Tahlilan kaum perempuan di rumah Tasmo, warga RT 1 RW 1 Dusun Nangka Sepet Desa Masaran Kamis (4/5) sore. Acara tersebut dihadiri sekitar 25 orang ibu-ibu.

    Tahlilan sendiri dimulai dari pukul 14:30 sampai 16:00 WIB. Selang satu malam, warga yang mengikuti kegiatan tersebut mulai merasa mual dan pusing. Tepatnya pada saat subuh, warga mulai merasakan gangguan mual dan pusing. Kemudian mulai berobat pada pukul 09:00 WIB. Karena keluhan semakin berat, belasan warga dibawa ke RSUD  pada saat Mahrib.

    Seorang warga yang mengikuti Tahlinan, Ny Ali Sahudin mengaku mual dan pusing. Saat itu dia ikut makan soto, jenang, ketupat dan daging sapi yang dihidangkan. Namun tidak makan sambal.

    Setidaknya 14 orang  harus dilarikan ke RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara akibat kejadian ini. Mereka dibawa ke rumah sakit karena mengeluh mual, pusing dan muntah-muntah. Tujuh pasien menjalani rawat inap. Sedangkan tujuh orang lainnya menjalani rawat jalan. Selain itu sejumlah sejumlah pasien dengan keluhan ringan berobat ke bidan desa setempat.

    Pemilik rumah, Tasmo mengaku sama sekali tidak menyangka hidangan yang disajikan memicu peristiwa ini. Pasalnya anggota kelurganya juga ikut menikmati hidangan yang disajikan kepada para tamu. Misalnya Narimah dan Andri ikut makan soto namun tidak mengalami keluhan baik mual maupun pusing. Demikian Siti Sulastri yang ikut menikmati gorengan, jenang dan peyek tidak mengalami keluhan apapun.

    Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara, Ahmad Setiawan menduga peristiwa keracunan ini disebabkan oleh kuman. Namun pihaknya tidak mau berspekulasi. Sehingga sejumlah makanan yang masih tersisa dibawa sebagai sampel untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium.  Sampel makanan yang diambil antara lain soto kuah santan, dagng sapi, kerupuk, peyek, jenang dan sambal.

    "Sampel kita bawa dengan wadah es. Dan nantinya akan dikirim ke laboratorium di Jogja atau Semarang dalam keadaan beku," terangnya.(drn)



    Berita Terbaru :


    Scroll to Top