• Berita Terkini

    Wednesday, April 12, 2017

    Warga Sidorejo Kendal Tolak Pemakaman Terduga Teroris

    KENDAL — Kondisi rumah duka terduga teroris dalam insiden baku tembak dengan aparat kepolisian di Tuban, Jawa Timur, Karno, 28, di Dusun Srogo, Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong tampak lengang. Tidak ada satu pun warga sekitar yang datang melayat ke rumah duka. Lantaran warga Sidorejo menolak, jika jenazah Karno dimakamkan di pemakaman desa setempat. Alasannya sederhana, warga tidak ingin kampungnya dicap sebagai kampung teroris.

    Apalagi, Karno adalah pendatang, bukan asli warga Desa Sidorejo. Karno diketahui baru menempati Desa Sidorejo, setelah menikahi Mutmainah, warga sekitar. Karno adalah warga kelahiran Purbalingga.

    ”Karno, tinggal di sini karena menikah dengan warga sini. Meskipun menikah dengan warga sini, dia jarang bersosialisasi dengan warga. Justru Karno lebih banyak tinggal di Sukorejo tempat kerjanya sebagai teknisi reparasi telepon seluler. Tapi dia masih warga Purbalingga,” kata Ketua RT 03 Kumaidi.

    Kunadi, warga lainnya menuturkan bahwa kesepakatan penolakan jenazah Karno oleh warga, sudah disampaikan kepada pihak kepala desa yang disaksikan Polsek dan Koramil Brangsong. ”Penolakan ini atas dasar yang bersangkutan bukan warga Sidorejo dan tidak memiliki KTP Kendal,” katanya.
    Sedangkan pihak keluarga Karno hanya pasrah, mengetahui warga menolak pemakaman jenazah terduga teroris ini. Karena ditolak, akhirnya jenazah dimakamkan di Pemakaman Umum Putat Gede, Surabaya.

    Rimah ibu dari Mutmainah mengakui jika Karno telah menikahi anaknya dua tahun silam dan mempunyai satu anak yang masih kecil. ”Karno terakhir pulang ke rumah Kamis (6/4) lalu. Itu pun hanya sebentar kemudian pergi kembali,” katanya.

    Berbeda dengan jenazah Yudistira Rostriprayogi, 19, yang akhirnya dimakamkan di pemakaman umum desa setempat, Rabu dini hari (12/4) kemarin. Warga setempat yang melayat sejak malam, langsung menyalatkan jenazah, begitu jenazah diturunkan dari mobil jenazah.

    Dalam pantauan koran ini, warga tampak memenuhi rumah orang tua Yudistira di Cepokomulyo, RT 01/RW06, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah sejak Selasa malam (11/4) kemarin. Sementara jenazah masih dalam perjalanan dari Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, Jawa Timur menuju Kendal.

    Jenazah baru datang sekitar pukul 01.30, Rabu dini hari (12/4) kemarin dengan diangkut menggunakan mobil jenazah yang mendapatkan pengawalan dari voorijder polisi. Jenazah diturunkan dari mobil dan dimasukkan ke dalam rumah.

    Selang beberapa saat, jenazah Yudistira secara berjamaah langsung disalatkan dan kemudian dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. Proses salat jenazah terduga teroris dilakukan di dalam rumah duka yang dipimpin oleh KH Musthofa Al-Hafidz, pengasuh sebuah pesantren Alquran di Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh.
    Usai disalatkan, jenazah Yudistira, terduga teroris langsung dimakamkan saat itu juga dan diringi oleh puluhan warga. Prosesi pemakaman tampak begitu hening, tiada suara maupun isak tangis mengiringi perjalanan jenazah dari rumah duka hingga ke makam.

    Imam salat jenazah, KH Musthofa mengatakan mewakili keluarga memohonkan maaf atas kesalahan yang telah diperbuat oleh almarhum semasa hidupnya. ”Karena ini janazah sudah empat hari, menurut hukum Islam tidak perlu lagi menunggu besok. Mari kita semua mengiringi jenazah untuk dimakamkan,” katanya usai menyalatkan jenazah.
    Saat akan dimakamkan, tampak ayah Yudistira Rostriprayogi yakni Triwidodo mempersilakan pihak kerabat dan keluarga untuk melihat wajah Yudistira sebelum dimakamkan. Namun ia mewanti-wanti, kepada seluruh pelayat termasuk awak media, agar tidak mengambil gambar wajah jenazah.

    Widodo tidak ingin, dukanya dan keluarga ini dimanfaatkan untuk hal-hal tertentu yang tidak ia inginkan. Jika ada yang mengambil gambar wajah jenazah anaknya, maka ia akan menuntut sesuai jalur hukum. ”Kami punya hak privasi, tidak boleh siapa pun untuk mengambil gambar dan memanfaatkan  momen ini. Jika ada yang mengambil, akan saya tuntut,” kata Widodo. (bud/ida/ce1)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top