• Berita Terkini

    Sunday, April 16, 2017

    Trauma Teror, Perketat Aturan

    JAKARTA – Curahan hati Aghnia Adzkia di media sosial tentang pengalamannya ditolak masuk bandara di Roma, Italia, karena mengenakan hijab menjadi viral. Aghnia menilai tidakan tersebut tidak berdasar dan diskriminatif. Atase Pers KBRI Roma Aisyah Allamanda mengatakan bahwa pihaknya sudah mendengar kabar tersebut. Pihak KBRI [un lalu menghubungi Aghnia untuk mendapat kronoloigis cerita secara langsung.



    ”Kami pertama kali mendengar kabar tersebut dari media online. Rekan kami di konsuler lalu mengubungi Aghnia dan dia cerita bahwa telah diminta membuka hijab yang dipakainya saat pemeriksaan,” katanya kemarin (16/4).



    Aisyah membenarkan bahwa petugas memang meminta Aghnia untuk membuka jilbabnya itu. Namun, lanjut Aisyah, hijab tersebut diminta dibuka di dalam ruangan. Dan pemeriksaannya pun dilakukan oleh petugas perempuan. ”Karena Aghnia menolak, dia lalu diminta meninggalkan jalur pemeriksaan dan Aghnia kahirnya tidak jadi terbang karena pesawat sudah take-off,” terangnya.



    Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Indonesia untuk Italia Esty Andayani memastikan bahwa permintaan membuka hijab oleh petugas bukanlah tindakan diskriminatif. Esty menjelaskan, hal tersebut merupoakan prosedur yang berlaku di Italia. Bukan hanya di bandara Roma. Tetapi di seluruh bandara yang ada di Italia.

    ”Ini bukan sesuatu yang diskriminatif. Tapi standar umum di Italia. Bukan hanya hijab. Ini berlaku juga untuk semua barang yang menutupi wajah dan kepala. Seperti kacamata dan topi,” ungkapnya.



    Dengan adanya aturan tersebut, Esty mengimbau kepada WNI yang hendak pebergian ke Italia untuk memaklumi standar keamanan yang berlaku di sana. Dia menambahkan, negara-negara di Eropa, termasuk Italia, memang sedang memperketat peraturan keamanan pasca rentetan insiden terorisme yang terjadi di Benua Biru itu.



    Untuk tetap menjaga privasi, kata Esty, pihak keamanan bandara juga sudah menyediakan ruangan khusus bagi para muslimah yang akan membuka hijab untuk keperluan pemeriksaan keamanan. ”Saya juga sudah meminta staf untuk mengeluarkan imbauan mengenai aturan ini,” ucapnya. (and)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top