• Berita Terkini

    Friday, April 21, 2017

    Tak Ada Aksi Massa pada May Day di Kebumen

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)– Menjelang peringatan hari buruh, Polres Kebumen melakukan pertemuan dengan tripartit. Pertemuan dari unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja yang ada di Kabupaten Kebumen, itu digelar di Gedung Tribata Polres Kebumen, Jumat (21/4/2017) siang. Pertemuan itu bertujuan untuk menjaga kondusivitas di Kabupaten Kebumen pada hari buruh 1 Mei mendaatang, atau yang lebih dikenal dengan sebutan "May Day".

    Hadir pada cara tersebut Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disnaker KUKM) Dwi Sulyanto. Hadir juga Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kebumen Supriyadi Marsum, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Cabang Kebumen Akif Fatwal Amin, serta perwakilan mahasiswa.

    Dihadapan Kapolres, perwakilan unsur tripartit itu berjanji akan menjaga Kebumen tetap kondusif pada peringatan hari buruh mendatang. Komitmen itiu ditandai dengan penandatanganan naskah kesepakatan bersama untuk Kebumen yang kondusif saat hari buruh nasional yang tinggal menghitung hari.

    Ketua SPSI Cabang Kebumen Akif Fatwal Amin, mengatakan pihaknya mendukung penuh upaya Polres Kebumen yang tidak ingin kecolongan dengan adanya aksi massa pada May Day mendatang. Pihaknya juga menyetujui apa yang telah disepakati tripartit, untuk kondusifnya May Day di Kebumen.

    Namun demikian, pada kesempatan itu, pihaknya juga menyayangkan masih perusahaan di Kebumen yang membayar gajinya belum sesuai dengan Upah Minim Kabupaten (UMK). Pihaknya mendesak agar perusahaan-perusahaan tersebut mematuhinya. Disisi lalin, Akif meminta para buruh di Kebumen agar tidak hanya menuntut gaji besar, tetapi juga harus meningkatkan kualitasnya dalam bekerja. "Agar terjadi imbal balik antara pekerja dan para pengusaha," tegasnya.

    Perwakilan Apindo Kebumen, Supriyadi Marsum, meminta kepada para pengusaha yang belum membayar gaji karyawannya sesuai UMK yang telah ditetapkan Pemkab Kebumen, harus segera menyesuaikannya. Pihaknya berharap jika ada permasalahan antara pekerja dan pengusaha bisa diselesaikan melalui tripartit.

    "Jika ada masalah bisa dimusyawarahkan di tripartit, ataupun dibicarakan bersama. Karena, tidak semua perusahaan dalam kondisi sehat. Jadi pengusaha dan pekerja harus saling mengisi dan saling mengerti," ucapnya.

    Supriyadi mengajak para buruh pada hari buruh mendatang untuk tidak mengikuti kegiatan selain yang telah direncanakan oleh tripartit. Karena acara diluar kesepakat tripartit, hanya akan memperkeruh suasana Kebumen yang sudah kondusif.

    Sementara, Kepala Disnaker KUKM Dwi Suliyanto, meminta dukungan dari berbagai pihak agar kegiatan yang telah direncanakan saat May Day berjalan kondusif. Dirinya meminta harus ada komunikasi yang baik antara pengusaha dengan para pekerja supaya tidak terjadi kesalahpahaman dari dua belah pihak.

    Sedangkan, Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, mengapresiasi kesepakatan untuk menjaga kondusivitas Kebumen oleh tripartit tersebut. Menurutnya, kesepakatan itu sangat penting guna menumbuhkan situasi aman dan tentram di Kebumen saat May Day mendatang. "Kegiatan May Day akan diisi dengan perlombaan dan hiburan, agar timbul hubungan yang harmonis antara pengusaha dan para pekerja," kata Kapolres.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top