• Berita Terkini

    Thursday, April 6, 2017

    Soal Tak Keluar, Peserta UNBK di Jepara Terpaksa Ikut UNBK Susulan

    DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS
    JEPARA – Hari terakhir Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK kacau. Sejumlah siswa terpaksa mengikuti ujian susulan pada 19 April mendatang.

    Kekacauan ini akibat ketidaksiapan panitia di tingkat pusat. Sebab, siswa tidak bisa mengerjakan ujian. Sebab, soal tidak bisa keluar. Padahal, mereka sudah berada di ruang ujian dan loggin. Akibatnya kelalaian di tingkat pusat ini, siswa mau tidak mau harus mengikuti UNBK susulan.

    Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Jepara Subandi mengatakan, laporan soal tak muncul di komputer terjadi di 14 SMK dengan jumlah siswa dan mata pelajaran yang berbeda-beda. Masalah yang muncul juga bermacam-macam. Ada soal UNBK yang tidak muncul sama sekali. Seperti terjadi di SMK Mayong. Sebagian lainnya, soal muncul, namun tidak lengkap. Ada juga awal-awal tak muncul semua, tapi akhirnya muncul sebagian. ”Malam ini (tadi malam, Red) siswa yang mengalami kendala ini akan kami laporkan ke BP2MK Pati dan pemerintah provinsi,” ujar Subandi.

    Sedangkan, Waka Kurikulum SMK Wisudha Karya Kudus Fakhrudin menerangkan, UNBK sesi pertama ini di satu ruang hanya ada satu atau dua komputer yang terkoneksi. Proktor berupaya mengatasi aplikasi soal yang tidak bisa keluar. Ternyata tetap tidak bisa.

    “Ujian sesi pertama sekitar pukul 07.30 ini diikuti 37 siswa dari jurusan Audio Video.  Tapi yang bisa terkoneksi hanya tiga siswa, lainnya tidak muncul soalnya. Kemudian, kami putuskan ikut susulan. Kami selaku Pos UNBK koordinasi dengan SMK lain yang ada jurusan Audio Video. Ternyata persoalannya sama,” ungkapnya.

    Dia menambahkan, ada empat yang memiliki jurusan Audio Video. Yaitu, SMK Muhammdiyah Undaan, SMK Wisudha Karya, SMKN 2 Kudus, dan SMK Muhammadiyah Kaliwungu.
    Selain jurusan Audio Video, ada persoalan lainnya di jurusan listrik SMK Wisudha Karya. Dari 40 soal, ada yang gambarnya tidak muncul. Selain itu, ada satu nomor tidak ada soalnya. Persoalan itu sudah ditulis dalam berita acara dan menunggu keputusan dari pusat.

    Hal sama terjadi di SMKN 2 Kudus. ada empat ruang untuk UNBK siswa jurusan Audio Video. Namun, dua ruang yang tidak bisa muncul soal. Kepala SMKN 2 Kudus Harto Sundoyo mengatakan, siswa jurusan tersebut ada 140 orang. Sedangkan, 70 siswa tidak bisa mengerjakan karena kendala dari pusat.

    ”Dua ruang lainnya bisa muncul dan berjalan lancar. Kami langsung putuskan ikut susulan karena sama sekali tidak keluar soalnya. Sudah kami buat berita acara,” ungkapnya.

    Sementara itu, Pengawas SMK Yuli Afriani mengatakan, kejadian ini secara nasional dan langsung ditulis dalam berita acara. Kalau soal tidak bisa keluar sudah jelas ikut susulan, tapi ada soal yang kurang lengkap, apakah itu dianggap bonus atau tidak, pihaknya belum tahu.

    ”Padahal tahun lalu berjalan lancar, kami sudah mendapatkan edaran dari Puspendik lewat whatsapp kalau soal ujian tidak bisa keluar siswa diikutkan ujian susulan. Kami masih rekap jumlah siswa yang ikut susulan karena soal tidak keluar,” ungkapnya.

    Terpisah, Ketua Posko Ujian Nasional (Unas) Pati 2017 Sunoto mengaku, ada 74 siswa dari 3 SMK yang soalnya tidak dapat keluar. Mereka dari Jurusan Teknik Audio Video di SMKN 2 Pati, Jurusan Patiseri di SMKN 3 Pati, dan Jurusan Perbaikan Bodi Otomotif ada di SMK Jateng.

    “Di tiga jurusan itu, soalnya tidak bisa keluar semua. Soal yang tidak keluar di setiap siswa berbeda-beda dan tidak memenuhi syarat karena soal tidak keluar lebih dari 10 dari 40 soal. Karena lebih dari 10 soal tidak keluar, mengikuti UNBK susulan,” tuturnya.

    Dengan adanya situasi itu, masing-masing sekolah mengumpulkan siswa dan memberikan pengertian, bahwa soal tidak dapat keluar dan ujian harus diulang. Lantaran siswa harus mengikuti UNBK susulan, hal itu harus dipersiapkan dengan baik.

    “Seperti di sekolah kami, SMKN 3 Pati, siswa Jurusan Patiseri sempat kebingungan karena soalnya tidak bisa keluar. Kami langsung mengumpulkan para siswa di jurusan itu dan memberikan pemahaman supaya mereka tidak panik,” katanya.

    Sunoto menambahkan, siswa ikut UNBK susulan merupakan petunjuk dari pusat. Pada beberapa poin petunjuk, jika butir soal yang tidak muncul lebih dari 10 soal, ujian tetap diteruskan, siswa mengisi daftar hadir, dan peserta dimasukkan dalam peserta susulan.

    “Bagi proktornya, tidak perlu mendata butir-butir soal yang tidak muncul dan data jawaban peserta tetap diupload. Karena kejadian ini se Indonesia, maka sekolah harus mengikuti petunjuk tersebut,” kata Sunoto. (san/put/ris)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top