• Berita Terkini

    Monday, April 10, 2017

    Siswa SMP di Kudus Hilang, Ditemukan di Kos-kosan

    FARUQ HIDAYAT/RADAR KUDUS
    KUDUS – Kabar adanya anak hilang bernama Kaila Andhika Putri, 13, sudah menjadi viral di media sosial (medsos) sejak kemarin. Orang tuanya sengaja mengunggah foto putrinya itu dengan harapan bisa cepat ketemu. Termasuk melaporkannya ke Mapolres Kudus pukul 09.00 kemarin.

    Ayah anak hilang, Andi Prabowo, 39, saat dijumpai wartawan Jawa Pos Radar Kudus di rumahnya RT 2/RW 2 Desa Mlati Lor, Kota, Kudus, kemarin tampak sibuk. Berkali-kali handphone-nya berbunyi. Dia memperoleh banyak panggilan dari orang-orang yang merasa simpati atas hilangnya putrinya. Mulai dari Kudus sendiri, luar kota hingga luar negeri. ”Banyak yang memberikan tanggapan dari Pati, dan Solo. Ada juga yang mengaku warga Indonesia yang berada di Singapura ikut menelepon saya,” ucap Andi Prabowo kemarin.

    Dia menceritakan, putri keduanya yang akrab dipanggil Kaila itu hilang sejak Rabu (5/4) pukul 21.00. Malam sebelum hilang, pukul 18.30 Kaila meminta izin ke orang tuanya untuk pergi belajar di rumah Rahma, teman SMP-nya. Lokasi rumah Rahma dengan Kaila hanya berjarak 100 meter.

    Korban pergi dari rumah hanya membawa buku pelajaran dan peralatan menulis. Dia mengenakan baju merah lengan panjang dan celana jins biru serta jilbab abu-abu. Kaila pergi dengan berjalan kaki.


    Namun, hingga pukul 21.00, Kaila tidak kunjung pulang ke rumah. ”Malam itu juga saya mencari Kaila ke rumah Rahma. Tapi Rahma bilang kalau putri saya tidak ke rumahnya. Lalu saya cari ke tempat lain, juga tidak ada,” ungkapnya.

    Selanjutnya, dia mendatangi rumah Nui, 13, teman dekat Kaila yang juga tetangganya. Dari keterangan Nui, ternyata Kaila malam itu datang ke rumah Nui. ”Putri saya tidak belajar di rumah Rahma, tapi pergi ke rumah Nui,” ungkapnya.

    Dari rumah temannya itu, Kaila bersama Nui pergi membeli bakso. Mereka pergi bersama tiga teman lainnya. Masing-masing, Alif, 14, (mantan pacar korban); Ilham (teman korban), dan Mamin (teman Alif).

    Kaila berangkat berboncengan dengan menggunkan motor dengan Nui. Lokasi tujuan pertama warung bakso di daerah Mejobo. Tapi karena tutup mereka memutuskan membeli bakso di Desa Loram Wetan.

    ”Tapi Nui pulang duluan, tidak bareng dengan putri saya. Pukul 20.00 Nui ditelepon bapaknya disuruh pulang. Dia bilang, putri saya waktu diajak pulang bersamanya tapi tidak mau. Jadi Nui pulang sendirian,” ingatnya.

    Setelah itu, putrinya diantarkan Alif, namun hanya sampai depan rumah Rahma saja. Sedangkan, Rahma ketika ditanya tidak mengetahui bahwa korban diantarkan ke rumahnya. ”Malam itu juga saya mencari putri saya ke mana-mana. Ke tempat orang biasa kumpul seperti GOR dan taman-taman, tapi tetap tidak ada. Putri saya juga tidak membawa Hp saat pergi jadi tidak bisa dihubungi,” ungkapnya.

    Alif yang sudah mengantarkan korban juga sudah ditanyai orang tua korban. ”Alif bilang, dia hanya mengatarkan putri saya sampai ke rumah Rahma. Setelah itu, dia mengaku tidak tau keberadaan putri saya,” ujarnya.

    Dia juga sudah melakukan berbagai cara untuk dapat menemukan putrinya tersebut. Di antaranya, mendatangi rumah temannya dan sekolah korban, hingga tiga kali pergi ke tempat orang pintar.

    ”Tapi masih belum menemukannya. Akhirnya pada kemarin malam (Minggu) pukul 22.00 saya terpaksa menyebarkan informasi bahwa anak saya hilang. Tidak ada pilihan lainnya. Saya takut putri saya kenapa-napa,” katanya. Kemudian, kemarin pagi sang ayah melaporkan hilangnya Kaila ke Polres Kudus.
    Ibu Kaila, Rika zubaidah, 37, mengatakan, putrinya memang mudah tersulut emosi. Dia juga suka pergi dolan-dolan. ”Putri saya kalau dimarahi terus ngambek. Sikapnya itu berubah saat SMP ini,” ungkapnya.

    Dia menjelaskan, satu bulan lalu putrinya juga pernah tidak kembali ke rumah selama sehari. ”Dulu putri saya juga pernah tidak pulang ke rumah. Lalu, saya tanyakan ke Alif barangkali dia tahu. Tapi Alif bilang tidak tahu,” kenangnya.

    Setelah Alif bilang tidak tahu, Ibu Kaila lantas menanyakan ke ibunya Alif. Dari ibunya itu, lantas mengambil HP Alif. Ternyata ada percakapan antara Alif dan Kaila. ”Ternyata alif tahu keberadaan putri saya. Saat itu putri saya berada di kos Gang 7. Tapi dia (Alif) tidak jujur,” ungkapnya. (ruq/lil)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top