• Berita Terkini

    Sunday, April 16, 2017

    Shinta Utami, Aktivis Disabilitas Mampir Kebumen

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Bertepatan dengan Bulan Kartini, penyandang disabilitas berkursi roda, Shinta Utami (32), menempuh perjalanan Yogyakarta-Jakarta sejauh 530 kilometer. Hanya mengandalkan kursi roda manual yang telah dimodifikasi, wanita asal Bandung ini berangkat dari Yogyakarta sejak 10 April lalu.

    Rute yang akan ditempuh yaitu, dari Yogyakarta melalui Kebumen, Purwokerto, Brebes, Cirebon, Karawang, Bekasi, dan masuk ke Jakarta untuk finish di Monumen Nasional. Setiap hari, ia menargetkan mampu berjalan sejauh 30 kilometer sehingga jarak Yogyakarta-Jakarta bisa ditempuh dalam waktu sekitar 20 hari. Sehingga 29 April mendatang sudah berada di Jakarta. Dan sempat mampir di Kebumen pada Kamis (13/4/2017).

    Di Kebumen, perempuan yang diserang penyakit polio pada usia empat tahun itu disambut oleh puluhan aktivis yang peduli terhadap disabilitas. Termasuk oleh Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti dan Wakapolres Kompol Umi Mariati. Bahkan, Shinta Utami menjadi tamu spesial Hotel Meotel Kebumen. Dia pun difasilitasi menginap gratis di hotel berbintang tiga pertama di Kebumen itu.

    Kepada Kebumen Ekspres, aktivis disabilitas itu menuturkan, perjalanan yang disebutnya sebagai Journey of Dreams II untuk menyebarkan semangat dan inspirasi kepada perempuan dan penyandang disabilitas. Selain itu, perjalanan juga untuk mengkampanyekan kepekaan masyarakat terhadap keberadaan penyandang disabilitas baru bisa dilakukan saat ini.
    Terlebih perjalanan tersebut juga bertepatan dengan Hari Kartini.

    "Selain juga untuk mengingatkan kepada masyarakat, sekarang kita sudah memiliki Undang Undang tentang disabilitas," tuturnya, saat berada di Meotel Kebumen.

    Selain untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyandang disabilitas, Shinta juga berharap, perjalannya tersebut menginspirasi penyandang disabilitas lain agar lebih percaya diri dan mandiri serta mendorong pemerintah memenuhi hak penyandang disabilitas. "Saya memilih Yogyakarta sebagai titik keberangkatan karena Yogyakarta memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pemenuhan hak penyandang disabilitas," katanya.

    "Perempuan sering sekali mendapat diskriminasi ganda, dari data statistkk yang ada menunjukkan kalau penyandang disabilitas perempuan lebih miskin dibanding laki-laki," ujarnya.

    Berbekal pengalaman sebelumnya yang telah berhasil melakukan perjalanan  mengelilingi Nusantara menggunakan motor, dirinya mengungkapkan ini semua merupakan mimpinya yang ingin diwujudkan.

    "Saya menyebutnya ini Jouney of Dreams, sebagai perjalanan mimpi karena kalau bukan kita yang berusaha sendiri mewujudkan mimpi, tidak akan ada orang lain yang bisa mewujudkannya," jelasnya.

    Shinta mengaku tidak percaya pada sambutan masyarakat sepanjang jalan yang sangat antusias dan simpatik. Mereka menunjukkan rasa simpati dengan cara masing-masing. Ada yang sekadar menyaksikan ketika lewat di depan rumah mereka, memanggil-manggil nama, banyak juga yang memberi makanan kecil dan air minum. "Kalau malam nginapnya kadang di pom bensin, maupun di rumah penduduk. Kebetulan di Kebumen di hotel," imbuhnya.

    Melalui aksinya itu, Shinta ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa penyandang disabilitas mampu melakukan hal positif dalam hidup. Para penyandang disabilitas, Shinta ingin menyampaikan pesan bahwa kekurangan yang dimiliki bukan hambatan untuk melakukan sesuatu yang terbaik. "Baik untuk kehidupan pribadi ataupun memberikan dampak bagi lingkungan," ungkapnya.

    Kegiatan tersebut diungkapannya juga bertujuan untuk fundraising di mana dana yang terkumpul akan digunakan untuk membiayai perjalanan Journey Of Dreams selanjutnya yaitu mengelilingi Asia dengan menggunakan sepeda motor dan memecahkan rekor sebagai perjalanan terjauh yang ditempuh oleh motor dengan kendali sepenuhhnya di tangan.

    Berbagai kegiatan telah dilakukan oleh Shinta. Hingga saat ini banyak orang yang telah menaruh perhatian terhadap penyandang disabilitas.

    Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi masyarakat mulai menyadari bahwa kondisi fisik berbeda yang dimiliki oleh penyandang disabilitas bukan halangan untuk menggapai mimpi. Bahwa mereka juga memiliki langkah yang tanpa batas untuk menggapai apa yang mereka inginkan dalam hidup.

    General Manager Meotel Kebumen Doni Avianto, mengungkapkan pihaknya sengaja memberikan fasilitas hotel gratis untuk Shinta Utami. Hal itu dilakukan untuk dukungan terhadap aksi yang dilakukannya. "Ini sebagai bentuk kepedulian Meotel Kebumen kepada penyandang disabilitas," katanya.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top