• Berita Terkini

    Monday, April 17, 2017

    Putera Kelahiran Kebumen Terpilih Jadi Rektor UGM

    Prof Panut Siap Bawa UGM masuk 500 Universitas Terbaik di Dunia



    JOGJAKARTA - Warga Kebumen, khususnya alumni SMA Negeri 1 Kebumen patut berbangga. Sebab, salah satu alumni sekolah tersebut terpilih menjadi Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta untuk periode 2017-2022. Prof Panut Mulyono M Eng, D Eng, alumni SMAN 1 Kebumen angkatan tahun 1980, terpilih menjadi rektor UGM setelah melalui pemungutan suara di Majelis Wali Amanat (MWA), Senin (17/4).

    Prof Panut yang merupakan Dekan Fakultas Teknik UGM unggul atas dua kandidat lain, yakni Dekan Fakultas Peternakan Prof Dr Ali Agus dan Dekan Fisipol Dr Erwan Agus Purwanto dalam pemungutan suara yang berlangsung dua putaran.

    Informasi yang dihimpun Ekspres,Prof Panut lahir dan besar di Desa Sinungrejo, Kecamatan Ambal, 56 tahun lalu. Tanggal lahir Prof Panut cukup istimewa
    karena bertepatan dengan peringatan hari lahir Pancasila, yakni 1 Juni 1960.

    Lulusan Tokyo Institute of Technology ini menamatkan pendidikan di SMAN 1 Kebumen pada tahun 1980. Dia satu angkatan dengan sejumlah pejabat di jajaran Pemkab Kebumen. Antara lain Camat Puring, Farid Ma’ruf, Sekdin Sosial dan PPKB, Ir Winoto, Sekdin Inspektorat Drs Aris Subiyakto dan Inspektur Pembatu II pada Inspektorat,
    Widyaningsih Sunarwati.

    Kabar terpilihnya Prof Panut sebagai Rektor UGM pun disambut gembira sejumlah lulusan SMAN 1 Kebumen. Salah satunya Sekdin Pemerbdayaan Masyarakat Desa dan Pemberdyaaan Perempuan dan Perlindungan anak Kabupaten Kebumen, Siti Nuriatun Faoziyah SAg MSi.

    “Jelas bangga, ada putra daerah Kebumen yang terpilih memimpin universitas sekelas UGM Jogjakarta. Ini sungguh membanggakan,” kata perempuan yang akrab disapa Inung ini.

    Disisi lain, Inung berharap terpilihnya Prof Panut bisa memberi kontribusi besar untuk Indonesia, khususnya di Kabupaten Kebumen.

    Sementara itu, Proses pemilihan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB dipimpin langsung oleh Ketua MWA Prof Dr Pratikno, MSoc,Sc dan Sekretaris MWA, Prof Dr Ir Indarto, DEA serta dihadiri oleh 18 anggota MWA. Hadir pula Prof Dr Sofian Effendi sebagai Ketua Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) yang diminta Menristekdikti untuk memantau langsung pelaksanaan pe milihan rektor di UGM

    Dari 19 anggota MWA itu, yang tidak hadir adalah Wakil Menteri Keuangan Prof Dr Mardiasmo. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) diwakili oleh Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Prof Intan Ahmad PhD. Suara menteri ristek dikti dalam pemilihan itu sebesar 35 persen dari semua hak suara.

    Tiga kandidat bertarung cukup sengit di hadapan MWA siang kemarin. Untuk merebut perhatian anggota MWA mereka saling beradu gagasan terkait visi misi mereka sebelum akan dilangsungkan proses pemilihan.

    Rencana awal pemungutan suara hanya berlangsung 2 putaran namun harus diselenggarakan menjadi  3 putaran karena ada jumlah suara yang sama pada putaran pertama antara peringkat kedua dan ketiga.

    Panut Mulyono mengungguli dua lawannya dengan 11 suara di putaran pertama, sedangkan Ali Agus dan Erwan mendapatkan hasil yang sama 7 suara. Di putaran kedua Ali Agus dan Erwan harus bersaing kembali dan mendapatkan hasil13 suara untuk Ali Agus dan Erwan 12 suara. Pada pemilihan ketiga atau akhir Prof Panut Mulyono mendapatkan 15 suara. Sementara Prof Dr Ir Ali Agus mendapatkan 10 suara. MWA  kemudian menetapkan Panut Mulyono sebagai rektor terpilih UGM 2017-2022.


    “Proses pemilihan berjalan baik dengan hasil akhir Prof. Panut Mulyono menang dengan 15 suara dan Prof. Ali Agus 10 suara,” ujar Ketua MWA Praktikno seusai sidang.

    Seusai pemilihan rektor, Ketua KASN Prof Dr Sofian Effendi mengatakan KASN saat ini diminta oleh Kemenristekdikti untuk mengawasi proses pemilihan seluruh
    rektor PTN di seluruh Indonesia. KASN saat ini mengawasi sekitar 15 ribu pejabat tinggi negara termasuk rektor di seluruh PTN di Indonesia.

    “Rektor merupakan jabatan tinggi. Menristekdikti meminta KASN untuk mengawasinya termasuk pada tahap pertama di UGM ini. KASN termasuk yang paling cerewet soal ini agar jangan sampai terjadi masalah. Pemilihan di UGM bisa menjadi contoh di PTN lain,”kata Sofian.

    Rektor terpilih Panut Mulyono dalam kesempatan tersebut menyatakan tekadnya untuk menjadikan UGM sebagai pusat penelitian serta mengembalikan jalur awal kampus menjadi world   class university.

    “Saya mohon doa kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu agar nantinya bisa menjalankan amanah yang sangat berat ini. Tentunya untuk kemajuan UGM, bangsa dan negara,” ujarnya dalam jumpa pers di Balai Senat UGM.

    Panut menyampaikan, langkahutamanyakedepanadalah pembenahan ke dalam dengan  meneruskan program yang telah dirancang dan dilakukan oleh Rektor UGM sebelumnya,
    Dwikorita Karnawati.

    Selain itu juga, dia akan meningkatkan penelitian agar lebih besar berkontribusi bagi kemajuan masyarakat, bangsa dan negara. “Ke depan harapan saya,UGM tidak hanya masuk ke 500 universitas terbaik di dunia tetapi bisa lebih dari itu,” pungkasnya. (has/ita)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top