• Berita Terkini

    Sunday, April 2, 2017

    Proyek Perbaikan Jalan Pekalongan Molor

    MUHAMMAD HADIYAN
    PEKALONGAN - Masyarakat Kota Santri tampaknya masih perlu bersabar untuk persoalan jalan-jalan rusak di Kabupaten Pekalongan. Pasalnya, perbaikan jalan di Kabupaten Pekalongan mengalami keterlambatan lelang lantaran adanya kenaikan harga material akibat tingginya kebutuhan konsumen menyusul percepatan pembangunan proyek tol. Kenaikan harga ini berdampak pada ketidaksesuaian harga di pasaran yang lebih tinggi dari indeks harga yang tertera dalam rencana anggaran belanja (RAB) proyek perbaikan jalan.

    Akibatnya, 23 proyek perbaikan jalan di Kabupaten Pekalongan, hingga saat ini belum mulai lelang. Pemkab Pekalongan, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pekalongan masih perlu melakukan penyesuaian terhadap RAB untuk 23 proyek jalan dan puluhan proyek lainnya.

    Hal itu diakui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pekalongan, Bambang Pramukamto, saat dikonfirmasi Radar Pekalongan, kemarin (2/4). Ia mengatakan, kebutuhan material di pasaran cukup tinggi menyusul adanya proyek tol. Sehingga, perubahan harga material mengalami kenaikan yang cepat.

    "Kenapa kok agak telat, itu karena terjadi lonjakan harga yang membuat nilai di dalam RAB harus disesuaikan ulang, sebelum dilakukan lelang. Penyesuaian RAB dan HPS sudah dilakukan dan telah siap. Sehingga, minggu ini sudah bisa masuk ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa, untuk dilakukan lelang," jelasnya.

    Bambang membeberkan bahwa selain adanya perubahan harga di pasaran, beberapa perencanaan juga masih ada yang perlu dievaluasi sehingga mengalami keterlambatan. Di antaranya pemindahan proyek perbaikan Jalan Pait-Sragi yang terkena imbas proyek tol, dialihkan ke jalan Bligo-Podo Kedungwuni.

    "Namun demikian, awal April ini sudah mulai persiapan lelang," tambahnya.

    Dipaparkan, setidaknya ada 23 proyek jalan yang dilelang. Selain itu, tahun ini juga terdapat sejumlah pembangunan lainnya, seperti 32 proyek PL, tiga pembangunan jembatan baru, dan tujuh proyek rehabilitasi jembatan.

    Ia juga berharap, masyarakat bersabar untuk menunggu perbaikan jalan ini. Selain itu, diharapkan juga pihak ULP dapat bekerja sebagaimana mestinya dan bisa mengantisipasi rekanan-rekanan yang berisiko buruk pada pelaksanaan proyek. Mengingat tahun lalu, terjadi enam proyek fisik di dinasnya yang mengalami kegagalan dan rekanan pemenang lelang dinilai wanprestasi.

    "Harus dicek betul-betul. Harganya wajar atau tidak. Tahun lalu kan yang diambil adalah rekanan yang berani dengan harga terlalu rendah," tandasnya. (yan)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top