• Berita Terkini

    Tuesday, April 4, 2017

    Protes Proyek PLTU, Warga Batang Tuntut Pemberdayaan

    M Dhia Thufail
    BATANG – Ratusan warga Kabupaten Batang yang tergabung dalam berbagai elemen masyarakat, Selasa (4/4) menggelar aksi unjuk rasa. Aksi yang digawangi oleh para Ormas/LSM Desa penyanggah setempat, menuntut janji-janji yang tidak dipenuhi oleh PT Bimasena Power Indonesia (BPI) selaku konsorsium pembangunan Mega Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang.

    “Kami semua dulunya Pro dengan PLTU bukan kontra PLTU. Akan teapi setelah berjalannya pembangunan PLTU, akhirnya kami semua ditinggalkan dan tidak diperdayakan sama sekali, Serta banyak janji janji yang telah dilupakan oleh BPI. Seperti janji untuk memberdayakan tenaga kerja lokal Batang, pekerjaan pengadaan material, pengerjaan konstruksi dan lain sebagainya. Jadi tolonglah berdayakan warga lokal Batang. Jangan hanya dijadikan penonton saja,” ujar Zainudin salah satu peserta aksi demo, Selasa (4/4).

    Dalam aksinya, para peserta melakukan pemblokiran sepanjang Jalan Sultan Agung dan melarang armada truk pengangkut material PLTU melewati jalur tersebut. Yang selanjutnya para peserta unjuk rasa melanjutkan orasinya menuju power blok lokasi pembangunan PLTU di Ujungnegoro. Terkahir, para peserta bergerak menuju kantor PT BPI yang berada di areal Dupan Square Kota Pekalongan.

    “Selama ini kita warga lokal benar-benar tidak diberdayakan, hanya segelintir saja yang diberdayakan dari tiga power blok itu. Dari pekerjaan sebanyak itu tidak ada kontraktor yang dari lokal sendiri. Kemudian juga untuk bidang catering, mereka malah mengambil catering dari daerah Pekalongan, Jepara, Rembang. Terus juga masalah Gol C, yang diambil dari para pengusaha-pengusaha besar luar daerah. Sementara, pengusaha Gol C disini nggak ada yang diperhatikan/dilirik. Saya hanya bisa berharap, agar dengan adanya Bupati Batang yang baru ini, bisa mengangkat derajat dan martabat untuk kesejahteraan masyarakat Batang,” terang pria yang akrab dipanggil Din Bombat ini.

    Namun berbeda dengan yang disampaikan oleh Plt Bupati Batang H Nasikhin MH yang ditemui secara terpisah. Ia menyampaikan bahwa sampai saat ini PT BPI telah menjalankan aspek-aspek dari amdal yang telah diperjanjikan dengan benar.

    “Prinsipnya kan PLTU itu sebetulnya secara amdal sudah melaksanakan tiga aspek yang telah ada. Seperti aspek yang pertama, terkait dengan Pendidikan Kewirausahaan, sudah dilaksanakan oleh pihaknya. Kemudian aspek yang kedua, terkait pembayaran kompensasi warga terdampak juga sudah dilaksanakan. Serta aspek yang ketiga, terkait dengan penggantian lahan juga sudah dilaksanakan,” jelas Nasikhin.

    Namun demikian, lanjut Nasikhin, terkait dengan aspek teknis pelaksanaan seperti akomodir terhadap pemberdayaan warga lokal. Pihak PLTU juga sebenarnya sudah melaksanakannya. Karena sesuai yang diperjanjikan dahulu, dari total 2.500 tenaga kerja yang ada di lapangan 40% nya diambil dari para tenaga kerja lokal.

    “Namun, yang menjadi masalah adalah mereka para rekanan yang merasa belum di akomodir. Lah ini, tentunya butuh komunikasi. Harapannya pihak PT BPI nanti bisa menerima masukan-masukan itu dan bisa menindaklanjutinya. Akan tetapi, tentunya rekanan yang bisa diterima ya rekanan yang memenuhi syarat dan bisa melaksanakan kegiatan pekerjaan di PLTU sesuai dengan spek yang ada,” tandas Nasikhin. (ap6)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top