• Berita Terkini

    Jumat, 21 April 2017

    Mengharukan, Remaja Penderita Tumor ini SMS Gubernur Jateng Minta Pertolongan

    sudarnoahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - "Selamat sore Bapak Gubernur Ganjar, saya Slafenia dari Kebumen Jawa Tengah, pak saya mohon dengan sangat bantuan dari pihak pemerintah. Mengenai ayah saya yang sudah meninggalkan saya dan ibu saya selama 18 tahun dan tidak menafkahi ibu dan saya. "

    "Ayah saya sekarang sudah menikah lagi dan saya sekarang sedang sakit tumor parotis. Sekolah saya hampir putus, saya mohon bantuan sangat dari Bapak Gubernur. Keluarga ibu saya tidak mampu melaporkan ayah saya ke pihak KPAI karna kendala masalah uang. Saya mohon pak," Sender 628773291xxxx.

    Itu adalah short massage (sms) dari  Slafenia Enzelaningriyatna (19), remaja warga Desa Meles, Kecamatan Adimulyo kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Sella, begitu biasa ia dipanggil, terpaksa mengirim sms tersebut karena tak tahan dengan tumor parotis yang dideritanya. Dengan sms itu, dia berharap gubernur mau menolongnya.

    Ya, berkirim sms ke gubernur menjadi upaya terakhir Slafenia mencari pertolongan. Dia ingin sembuh namun tidak memiliki biaya untuk berobat. Apalagi sejak 18 tahun lalu, dia bersama ibunya ditinggal kabur oleh ayahnya yang tidak bertanggungjawab. Yang hingga kini tidak diketahui keberadaan ayah kandungnya  itu. Bahkan Sella yang saat ini masih duduk di kelas XI di SMA Negeri Petanahan terancam putus sekolah karena tak memiliki biaya.

    Curhatan Sella itu akhirnya didengar oleh Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kebumen, Dokter HA Dwi Budi Satrio. Budi Satrio mengatakan pihaknya menerima informasi tersebut dari jejaring informasi Dinas Sosial dan PPKB pada Rabu (19/4) pukul 22.00. Tanpa alamat dan nomor kontak yang bisa dihubungi. Setelah melacak dengan berbagai cara akhirnya pada pukul 06.30 WIB, TKSK Kecamatan Adimulyo sudah meluncur ke rumah Sella di Desa Meles Kecamatan Adimulyo.

    "Kami kesana juga untuk lebih menyempurnakan langkah tindak lanjut," kata Dwi Budi Satrio, Kamis (20/4).

    Budi Satrio, mengatakan menurut keterangan dari ibu kandung Sella, Sella menderita tumor parotis di pipi kirinya sejak masih duduk di kelas 5 sekolah dasar. "Selain bingung sekolahnya terancam putus karena tidak ada biaya, Sella juga menderita tumor di pipi kiri yang belum bisa dioperasi karena tidak memiliki biaya dan kartu KIS," ujarnya.

    Meski menghadapi banyak cobaan kehidupan, kata Budi Satrio,  terutama tantangan ekonomi Sella memiliki semangat belajar yang tinggi. Puncaknya ketika tidak memiliki biaya sekolah dan tumor di pipi kiri Sella mulai terasa sakit. Akhirnya Sella memberanikan diri mengirim SMS ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. "Dalam SMS-nya jelas Sella membutuhkan bantuan biaya dan ingin melaporkan ayahnya KPAI karena menelantarkannya," bebernya.

    Selama ini, ibunya yang harus membanting tulang menjadi buruh serabutan untuk menghidupi tiga anaknya. "Suaminya sudah meninggalkannya tanpa cerai dan tidak mengirim nafkah sejak Sella dalam kandungan," ungkapnya.

    Pihaknya pun mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak pemerintahan desa setempat agar membantu biaya sekolah Sella melalui alokasi APBDes. Selain itu, keluarga Sella juga telah dilaporkan ke Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Desa (TNP2KDes) agar memperoleh bantuan. "Sebenarnya Sella sudah punya BPJS tapi nunggak dua tahun. Kita akan cari solusinya untuk ini," imbuhnya.

    Disisi lain, Budi Satrio, mengapresiasi dengan adanya jejaring informasi di Dinas Sosial dan PPKB Kebumen berjalan sempurna. Sehingga keluhan orang miskin bisa cepat terakses dan cepat direspon. Seperti pada kasus Sella bisa direspon dalam kurang dari delapan jam. "Tetapi kami masih berusaha menyempurnakan, karena ada time lapse (jeda waktu) dari sore (sms dikirim) sampai malam (sms terakses). Walaupun respon time tim kami cukup baik," pungkasnya.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top