• Berita Terkini

    Monday, April 10, 2017

    Lantik 37 Pejabat, Bupati Masih Kosongkan Posisi Sekda Kebumen

    Sudarno Ahmad/Ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Meski sudah dua kali merombak pejabat di jajaran Pemkab Kebumen, Bupati Mohammad Yahya Fuad masih membiarkan kosong posisi sekretaris daerah (Sekda) setelah ditinggal Adi Pandoyo karena ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    "Kita belum bisa menunjuk PLT karena belum P21 di KPK. Ini hasil konsultasi kita ke BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Provinsi," kata Bupati Mohammad Yahya Fuad, usai melantik 37 pejabat baru jajaran Pemkab Kebumen di Pendopo Bupati, Senin (10/4/2017).

    Saat ini, posisi Sekda masih diisi Pejabat Pelaksana Harian (PLH)  oleh Inspektur Mahmud Fauzi. Menurut Bupati Mohammad Yahya Fuad, tidak masalah posisi Sekda sementara diisi oleh PLH. "Saya sudah sampaikan ke gubernur juga. Kata gubernur soal PLH maupun PLT itu sama saja, hanya sebutannya saja yang beda," tegas Mohammad Yahya Fuad.

    Tak hanya posisi Sekda, posisi empat pejabat eselon II juga masih belum diisi. Empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih belum memiliki kepala definitif, yaitu Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Pendapatan Daerah dan Satpol PP. Saat ini keempat OPD tersebut dipimpin oleh PLT. "Untuk jabatan eselon II yang masih kosong nanti akan diisi melalui lelang jabatan," ujarnya.

    Rencananya, lelang jabatan akan dilakukan pada September mendatang. Namun, bupati masih belum dapat memastikan apakah nantinya akan sekalian lelang jabatan untuk posisi Sekda atau tidak. "Untuk posisi Sekda, ya kita tetap nunggu P21 dulu," ucapnya.

    Sementara itu, Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad melantik 37 pejabat baru di jajaran Pemkab Kebumen. Acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan pejabat Administrator, Pengawas dan Pejabat Struktural Eselon V diselenggarakan di Pendopo Bupati, Senin (10/4/2017).

    Pejabat baru yang dilantik itu, yaitu terdiri dari pejabat promosi dari pejabat eselon III b ke eselon III a sebanyak 1 orang. Kemudian promosi dari eselon IV a ke III b sebanyak 2 orang, promosi dari jabatan fungsional ke eselon III b sebanyak 1 orang.

    Selanjutnya, untuk eselon IV a mutasi 7 orang, promosi dari eselon IV b ke eselon IV a sebanyak 3 orang, promosi dari staf ke eselon IV a sebanyak 9 orang dan promosi dari fungsional ke eselon IV a sebanyak 4 orang. Untuk posisi pengawas eselon IV b mutasi 4 orang, promosi dari staf ke eselon IV b sebanyak 4 orang. Lalu, untuk eselon Va, terdapat dua orang mendapat promosi dari staf menjadi eselon V a.

    Adapun pejabat eselon III yang dilantik bupati, yaitu Bambang Priyambodo, sebelumnya Kabid Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dipromosikan menjadi Camat Poncowarno. Kemudian, Agus Sunaryo, yang sebelumnya guru madya di Dinas Pendidikan dipromosikan menjadi Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan.

    Setya Birawa, sebelumnya Kasubbag Tata Laksana dan Pelayanan Publik Bagian Organisasi Setda Kebumen dipromosikan menjadi Kabid Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menggantikan Bambang Priyambodo. Selanjutnya, Kristiana Marahastuti, sebelumnya Kasi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan dipromosikan menjadi Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup.

    Dalam sambutannya, Bupati Mohammad Yahya Fuad mengingatkan pejabat yang baru dilantik agar selalu mengingat akan sumpah dan janjinya sebelum menduduki jabatannya saat ini. Pejabat baru diminta menggratiskan layanan kepada masyarakat, karena jabatan yang diperolehnya saat ini juga diberikan gratis.

    "Saya tegaskan tidak ada pejabat yang membayar untuk menduduki jabatannya saat ini dan yang akan datang. Semuanya gratis, jadi saya meminta untuk meningkatkan pelayanan dan menggratiskan layanan kepada masyarakat," pintanya.

    Bupati menyampaikan promosi dan mutasi jabatan sudah melalui proses serta prosedur yang benar. Sudah melewati penilaian seobyektif mungkin dari tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). "Keputusan promosi dan mutasi ini adalah pilihan terbaik," ucapnya.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top