• Berita Terkini

    Wednesday, April 12, 2017

    Ibu Endar Prasetyo Bantah Anaknya Teroris

    BATANG – Jenazah Endar Prasetyo, terduga teroris yang tewas dalam baku tembak di Tuban, Jawa Timur beberpa waktu lalu, kemarin Rabu (12/4) sekira pukul 08.30 WIB telah dikebumikan di kampung halamannya. Tetangga yang merasa penasaran dan menaruh perhatian juga ikut larut dalam prosesi pemakaman.

    Jenazah Endar disemayamkan di TPU Desa Rejosari Barat, Kecamatan Tersono setelah sebelumnya diperbolehkan oleh warga setempat. Ibu kandung Endar, Murini (51) tak kuasa menahan rasa duka yang begitu mendalam. Hingga tetesan air matanya tak lagi dapat terbendung.

    Murini sempat menyatakan tidak percaya, apabila anaknya merupakan salah seorang dari terduga teroris yang tertembak mati dalam baku tembak dengan Tim Densus 88 di Tuban, Jawa Timur beberapa waktu lalu. Ia juga menyampaikan, bahwa selama ini anaknya hanya bekerja sebagai sopir mobil sewaan (rental), sehingga keluarganya tidak mengetahui jika alm Endar Prasetyo (32) diduga sebagai pelaku aksi terorisme.

    "Kami tidak percaya jika Endar Prasetyo tewas ditembak mati oleh Densus 88. Karena pada Kamis (6/4) anak saya hanya pamit bekerja untuk menyopir, membawa rombongan ke Jawa Timur," ungkap Murini.

    Ia juga menolak, jika Endar Prasetyo disebut sebagai pelaku teroris. Karena menurutnya, anak kesayangannya tersebut tidak pernah menunjukkan perilaku yang aneh di kampung halamannya. "Endar tidak pernah menunjukan perilaku yang aneh dan tetap bergaul dengan masyarakat. Setelah lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan, dirinya bekerja sebagai sopir rental saja," terangnya.

    Sedangkan terkait identitas terduga teroris atas nama Adi Handoko yang sempat dirilis oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur ternyata mengalami kekeliruan. Sebab, identitas atas nama tersebut merupakan kakak kandung dari alm Endar Prasetyo yang mana telah meninggal dunia pada tahun 2015 lalu.

    Kekeliruan tersebut juga diperkuat setelah pihak kepolisian melakukan proses scientific identification di Gedung Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Jawa Timur. Yang akhirnya keluarlah nama terduga teroris atas nama Riski Rahmat warga Jalan Keper III RT 09 RW 02, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.

    “Identitas tersebut bukan anak saya Adi, dia sudah lama meninggal. Hanya saja KTP milik Adi dibawa oleh adiknya Endar,” tutur Murini.

    Kepolisian Daerah Jawa Timur juga telah mengeluarkan rilis identitas ke enam terduga teroris yang tertembak mati di Tuban. Yang mana dari keenam terduga teroris tersebut merupakan warga Jawa Tengah semua.

    Keenam jenazah terduga teroris itu yakni, Karno (20), warga RT 02 RW 01 Desa Candinata, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga; atria Aditama, warga Jalan Taman Karonsih II/1130 RT 05 RW 04 Kelurahan Ngaliyan, Kota Semarang; Yudhistira Rostriprayogi, warga Cepokomulyo RT 01 RW 06, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal; Muhsinin, warga Dusun Kalitengah RT 05 RW 02 Kelurahan Bonjor, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung; Riski Rahmat, warga Jalan Keper III RT 09 RW 02, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang; serta Endar Prasetyo, warga Dukuh Limbangan RT 05 RW 02 Kelurahan Rejosari Barat, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang. (ap6)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top