• Berita Terkini

    Friday, April 21, 2017

    Hari Kartini, Angka Kematian Ibu di Kebumen Masih Tinggi

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Peringatan Hari Kartini ke-138 tahun 2017 tingkat Kabupaten Kebumen diperingati secara sederhana. Pemkab Kebumen hanya menggelar upacara di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (21/4/2017) pagi. Pada upacara tersebut seluruh petugasnya dibawakan oleh perempuan yang semuanya mengenakan kebaya, kecuali pembina upacara oleh Wakil Bupati Yazid Mahfudz.

    Hadir pada upacara tersebut Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, Komandan Kodim 0709 Kebumen Letkol Kav Suep, Plh Sekda Mahmud Fauzi, para staf ahli bupati, asisten Sekda dan pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Kebumen. Selain itu, hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kabupatan Kebumen, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kebumen dan Ketua GOW Kabupaten Kebumen.

    Dalam amanatnya, Yazid Mahfudz, menyampaikan atas perjuangan RA Kartini, kini telah banyak perempuan-perempuan Indonesia yang hebat. Tidak hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga di sektor domestik, tetapi ikut berpartisipasi juga dalam memberikan warna di sektor publik. "Baik di jajaran eksekutif, legislatif maupun yudikatif," kata Gus Yazid, sapaan akrabnya membacakan amanat pembina upacara.

    Meski demikian, lanjut dia, perempuan boleh berkiprah serta meniti karier setinggi mungkin, tetapi tidak boleh mengabaikan peran kodratinya sebagai perempuan. Utamanya posisi istimewanya sebagai ibu dan istri. "Dalam konteks itulah, kita berharap, kaum perempuan memahami eksistensi dan hakikat dirinya," ujarnya.

    Menurut Gus Yazid, kedudukan perempuan adalah pencetak generasi yang berkualitas. Perannya sebagai seorang ibu adalah mendidik serta membesarkan anak-anaknya. Berbekal kapasitas ilmu yang ia miliki dan berazaskan ajaran agama. Sehingga lahirlah generasi emas dari tangan-tangan yang penuh kesabaran dan kesungguhan. "Ketika menjadi seorang istri, ia akan menjadi pendukung dan kunci kesuksesan suami. Istri juga penyemangat dan partner paling hebat dalam kehidupan suaminya," ungkapnya.

    Gus Yazid memaparkan, ciri-ciri generasi berkualitas dilihat dari beberapa aspek penting. Yakni aspek fisik/jasmani, aspek psikis/psikologis, aspek sosial dan kultural, serta aspek spiritual dan moral.

    Di Kebumen sendiri, kata Gus Yazid, masih menghadapi beberapa masalah pada aspek di bidang kesehatan. Diantaranya, Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih tinggi yakni 16 kasus pada tahun 2016. Selain itu juga Angka Kematian Bayi (AKB) yang tercatat pada 2016 mencapai 179 kasus.

    "Ini menjadi tanggungjawab bersama untuk mengatasinya. Perlu upaya terus-menerus dalam melakukan peningkatan pengetahuan, pembinaan, perlindungan dan pelayanan. Sehingga kaum perempuan dan keluarga akan semakin sejahtera," terang dia.

    Melalui momentum Hari Kartini, Wakil Bupati Yazid Mahfudz berpesan kepada kaum perempuan di Kabupaten Kebumen agar meneruskan perjuangan Ibu Kartini dalam konteks kekinian. "Agar “suluh” yang telah dinyalakan RA Kartini di hati setiap kaum perempuan Indonesia, semakin bersinar dan bercahaya. Sebagaimana ditulis di bukunya Habis Gelap Terbitlah Terang," pungkasnya.(*)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top