• Berita Terkini

    Wednesday, April 12, 2017

    Dua Jenazah Teroris Asal Semarang Langsung Dimakamkan

    M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG
    SEMARANG - Pasca menjalani tes DNA di RS Bhayangkara Polda Jatim, dua jenazah terduga teroris asal Kota Semarang langsung dipulangkan ke rumah duka di Kota Semarang. Setibanya, kedua jenazah langsung dimakamkan di tempat asal masing-masing.

    Adalah jenazah Satria Aditama, 19, warga Jalan Taman Karonsih II, RT 05 RW 04, Ngaliyan, Kota Semarang dan jenazah Riski Rahmat, 22, warga Jalan Kerapu II RT 09 RW 02, Kuningan, Semarang Utara, Kota Semarang.

    Keduanya diberangkatkan dari Surabaya menuju Kota Semarang, Selasa (11/4) sekitar pukul 18.00. Jenazah Satria Aditama tiba di Ngaliyan dengan waktu yang hampir bersamaan dengan jenazah Riski Rahmat di Kuningan, Rabu dini hari (12/4) kemarin, pukul 00.30. Mereka diangkut menggunakan kendaraan ambulans dalam pengawalan ketat aparat kepolisian langsung disemayamkan di rumah duka.

    Dalam pantauan Jawa Pos Radar Semarang, isak tangis para keluarga serta kerabat pecah ketika jenazah tiba di masing-masing halaman rumah. Begitu juga, saat suara tangis juga terus terdengar ketika jenazah dimasukkan ke dalam liang lahat.

    Putra bungsu dari lima bersaudara alm Wagito dengan Cici Widiati, Satria Aditama, setelah disalatkan di Masjid Baitussalam Ngaliyan langsung di makamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Giri Loyo Ngaliyan, yang tidak jauh dengan lokasi Pasar Ngaliyan. Sedangkan jenazah Riski Rahmat, langsung dimakamkan di TPU Kaliasin Kuningan, Semarang Utara.

    ”Ya, jenazah Riski setelah tiba di Kuningan, mampir ke rumah sebentar, langsung dimakamkan di Kaliasin (Kuningan). Tidak ada penolakan, karena warga sudah kami berikan pengarahan,” kata Ketua RT setempat, Joko Sumarsono.

    Pada kesempatan yang sama, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan melalui Bhabinkamtibmas di wilayahnya sebagai upaya pencegahan munculnya gerakan radikal.

    ”Kami awasi secara ketat. Sehingga, sekecil apa pun gerakan radikal yang merekrut anak muda dan menyusupinya dengan pemahaman radikal, bisa terdeteksi,” ungkap Abioso saat menunggu kedatangan jenazah terduga teroris Riski Rahmat di kawasan Kuningan, Semarang Utara.

    Sedangkan Waka Polrestabes Semarang, AKBP Setijo Nugroho meminta warga agar tidak mudah terpengaruh dan mengikuti ajaran yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Selain itu, masyarakat juga diharapkan meningkatkan komunikasi sesama warga.

    ”Diharapkan masyarakat bisa bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan dalam menanggulangi aksi teror dan ajaran-ajaran yang tidak sesuai ideologi negara, Pancasila dan UUD 45,” katanya. (mha/ida/ce1)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top