• Berita Terkini

    Sunday, April 9, 2017

    Dikira Maling, Teroris Tuban Sempat Dikejar Warga

    TUBAN- Sejumlah warga di Desa Beji Kecamatan Jenu tidak menyangka enam orang yang berhasil ditumpas oleh tim gabungan dari Brimob Polda Jatim, Polres Tuban, dan TNI pada Sabtu (8/4) sore itu adalah komplotan terduga teroris.


    Maklum, terduga teroris yang memiliki benang merah dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pimpinan Zainal Anshori, yang Jumat (7/4) lalu ditangkap tim Densus 88 di Paciran Lamongan ini tidak mencirikan teroris yang sungguhan seperti yang mereka lihat di layar televisi selama ini. Baik ciri fisik maupun caranya berpakaian.


    Terlebih, mereka yang menjalankan amaliyah atau aksi balas dendam di wilayah hukum Polres Tuban atas tertangkapnya pimpinan JAD itu masih sangat muda-muda. Sehingga, wajar tidak sampai membuat warga curiga. ‘’Awalnya saya kira mereka mau menembak burung. Tidak ada ciri fisik maupun cara berpakaian yang mencurigakan. Mereka juga masih sangat muda-muda,’’ kata Suwarni, warga Desa Beji yang berpapasan dengan mereka saat melarikan diri dari kejaran polisi di kebun desa setempat.

    Selain tidak mencirikan seorang teroris, pembawaan mereka yang melarikan diri dari kejaran polisi saat itu juga terlihat tenang. "Jalan seperti biasa, tidak sampai lari. Ya seperti tidak apa-apa,’’ tandasnya.


    Baru setelah mengetahui ada polisi yang mengejar, Suwarni baru menyadari bahwa mereka bukan pemuda yang hendak mencari burung. ‘’Saat itu saya masih belum mengetahui kalau mereka teroris. Saya kira maling mobil yang dikejar polisi,’’ tuturnya.


    Tak pelak, sejumlah warga pun sempat ikut melakukan pengejaran. Sedikitnya, ada sepuluh warga yang terdiri dari bapak-bapak ikut melakukan pengejaran. Salah satunya adalah Suradi. ‘’Karena anggapan awal maling, ya kita ikut mengejar. Soalnya dulu juga sempat pernah ada maling di sini, kemudian dikejar bareng-bareng sama warga,’’ katanya.


    Aksi warga yang ikut melakukan pengejaran itu terhenti setelah komplotan teroris ini memberikan tembakan peringatan dari balik barongan yang ada di wilayah perkebunan desa setempat. ‘’Karena takut, kami lalu mundur dan balik ke rumah,’’ ujarnya.


    Suradi sendiri baru mengetahui bahwa kelompok pemuda yang dikejar polisi itu teroris setelah ada sejumlah aparat dari kepolisian dan TNI datang ke lokasi. ‘’Saat itu kami baru nyadar ternyata yang kami kejar tadi teroris, bukan maling,’’ tandasnya yang mengaku terkejut dan bersyukur dirinya tidak menjadi sasaran tembakan para pelaku teroris tersebut.

    Sementara itu, sehari pasca ditembaknya enam orang terduga teroris di Desa Suwalan Kecamatan Jenu, Satbrimob Polda Jatim bersama Polres Tuban terus melakukan pengamanan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Mereka juga menyisir sejumlah titik yang dijadikan akses jejak pelarian enam pelaku sebelum dilumpuhkan petugas.


    Kemarin (9/4) sekitar pukul 09.00, seluruh personel yang dipimpin Kapolres Tuban AKBP Fadly Samad sudah melakukan persiapan untuk penyisiran. Anggota Brimob Polda Jatim dan Polres Tuban menggelar apel terlebih dahulu di Hotel Wilis. Baik polisi berpakaian preman, anggota sabhara reaksi cepat (SRC), maupun Unit K9. Dengan senjata api lengkap, seluruh petugas bersiap menuju titik penyisiran.


    Sekitar pukul 09.30, petugas menuju titik TKP enam orang terduga teroris kabur meninggalkan mobil Terios Nopol H 9037 BZ yang dikendarai usai menembak dua anggota Satlantas Polres Tuban. Dari jalur pantura Dusun Bogang Desa Beji Kecamatan Jenu itu, petugas melakukan penyisiran dengan anjing pelacak. Dengan jalan kaki, penyisiran ke arah selatan tempat enam orang terduga teroris bersembunyi.


    Anggota lainnya siaga di sekitar lokasi ditinggalnya mobil yang dipakai terduga teroris. Arus lalu lintas diatur oleh anggota Satlantas Polres Tuban agar berjalan dengan lancar. Sebab, sejumlah warga pun terlihat penasaran dan memilih berhenti untuk melihat kesigapan petugas.


    Sementara itu, anggota lainnya turut melakukan penyisiran di sekitar lokasi penggerebekan tempat persembuyian enam orang terduga teroris di kebun jagung Desa Suwalan Kecamatan Jenu. Dengan teliti, petugas mengecek detail area sekitar. Sebab dimungkinkan masih ada peluru yang tertinggal maupun temuan lainnya.


    Sekitar pukul 12.15, petugas yang melakukan penyisiran sudah tiba di TKP kebun jagung tempat enam orang terduga teroris ditembak. Di lokasi itu, seluruh warga tidak boleh mendekat. Begitu juga wartawan yang berusaha mengambil gambar diminta dari kejauhan. ‘’Jangan mendekat Mas, jangan mendekat,’’ pinta salah satu anggota.

    Selama sekitar 30 menit, penyisiran berlangsung di titik utama kebun jagung tersebut. Di sekitar lokasi itu sudah terpasang garis layaknya police line berwarna hitam-kuning. Sekitar pukul 14.00 anggota sudah kembali ke Mapolres Tuban. (zak/wid)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top