• Berita Terkini

    Sunday, April 9, 2017

    Curah Hujan Tinggi, Durian Purworejo Langka

    PURWOREJO- Cuaca ekstrim berupa hujan disertai angin kencang yang terjadi beberapa bulan terakhir membuat durian langka dan petani terancam merugi. Pasalnya, cuaca ekstrim itu merusak bunga bakal buah yang berakibat pada menurunnya hasil panen. Petani memprediksi panen buah durian tahun ini akan mundur.

    "Bisa dikatakan tahun ini tidak ada durian, tidak seperti tahun sebelumnya. Kalaupun ada sangat sedikit dan harganya sangat mahal," kata Siswanto, warga desa Kaliwungu Kecamatan Bruno, kemarin.


    Dikatakan, Kecamatan Bruno, Desa Somoleter menjadi salah satu centra penghasil durian dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi. Namun, pada tahun ini tidak ada petani yang melakukan panen lantaran tingginya curah hujan secara berkepanjangan.

    "Harusnya Januari kemarin itu panen, tapi sekarang yang saya tahu warga atau petani yang pohon duriannya berbuah hanya sekitar empat," lanjut Ayub (24), petani setempat.

    Menurutnya, mundurnya musim panen durian telah terjadi sejak 2 tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat pasokan durian yang biasanya dikirim ke Pasar Kutoarjo dan Purworejo menurun. "Panen raya terakhir itu sekitar tahun 2014. Sebagian besar petani menanam durian jenis lokal. Rata-rata warga memiliki sekitar sepuluh pohon," jelasnya.
    Hal yang sama juga diungkapkan oleh Budi Santoso (32), petani durian warga Desa Kaligono Kecamatan Kaligesing. Menurutnya, panen durian terancam mundur hingga beberapa bulan ke depan. Panen tahun ini juga diperkirakan menurun dibandingkan dengan tahun lalu. "Tahun lalu panen raya durian, manggis, dan duku bakal buahnya juga rontok seperti ini. Bisa dipastikan harga buah durian di panen tahun ini akan naik, karena pasokanya langka," ungkapnya.

    Lebih lanjut diungkapkan, lantaran tidak panen durian, banyak petani yang beralih ke aktivitas ternak, seperti ternak kambing. Selain itu petani juga memanfaatkan komoditas kelapa karena melimpah di desa tersebut sebagai sumber penghasilan. "Kalau tidak memanfaatkan hasil pertanian lain kita tidak bisa mendapatkan penghasilan," ungkapnya. (ndi)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top