• Berita Terkini

    Monday, April 24, 2017

    Barongbleg Ramaikan Festival Dolanan RMT

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Roemah Martha Tilaar Gombong kembali menggelar Festival Dolanan Tradisional, Senin (24/4/2017). Festival yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB itu, dimeriahkan dengan menampilkan berbagai permainan tradisional yang sebagian besar telah ditinggalkan masyarakat.

    Uniknya dari festival kali ini yakni ditampilkannya kolaborsi dua kesenian yang berbeda yakni barongsai dan kuda lumping/ebleg (Barongbleg). Kolaborasi dua kesenian tersebut dimainkan oleh anak-anak.

    Markom Roemah Martha Tilaar Gombong Alona Ong mengemukaan festival dolanan merupakan bentuk dari Peringatan Hari Bumi sekaligus Hari Warisan Budaya Internasional (International Heritage Day).

    “Sengaja kami mengangkat berbagai permainan dan seni tradisional. Di satu sisi ini adalah cara mengingatkan kembali masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap berbagai warisan budaya yang berbentuk permainan. Kami mengajak masyarakat untuk kembali bersahabat dengan alam dan lingkungan lewat permainan-permainan tersebut,” tutur Alona.


    Dijelaskannya, puluhan permainan disiapkan untuk dapat dinikmati oleh pengunjung. Berbagai bentuk permainan tersebut meliputi egrang, bekel, dakon, lompat tali dan lain-lain. Dalam festival itu, banyak pula pengunjung yang mengajak putra-putrinya untuk belajar membuat aneka permainan dari janur. BUkan hanya itu saja pengunjung juga belajar membuat wayang dari gagang daun singkong. "Setiap wahana ada relawan yang mendampingi pengunjung dalam melakukan kegiatan,” katanya.

    Acara festival semakin meriah dengan ditampilkannya berbagai bentul atraksi untuk memeriahkan suasana. Beberapa diantaranya meliputi tarian tradisional, musik kenthongan, kuda lumping dan seni barongsai.

    Uniknya, semua atraksi dilakukan oleh anak-anak. Yang cukup sensasional yakni dipadukannya seni kuda lumping ebleg dengan barongsai. Kolaborasi ini menyimbolkan Gombong sebagai kota dengan kemajemukan budaya. Selain itu juga untuk memberikan pengalaman lintas budaya kepada anak-anak. “Kami berharap saat anak-anak ini dewasa, pengalaman ini akan membentuk mereka menjadi pribadi yang mencintai kebudayaan bangsa serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat,” paparnya.

    Salah satu pendamping seni kuda lumping Wonokriyo “Ebleg Ngisor Gayam” Shinsan Aurelia Winarno menyatakan dukungannya terhadap kolaborasi dua kesenian tersebut. Pihaknya berharap kolaborasi yang baru kali pertama dilakukan membuat adik-adik di sanggarnya menjadi semakin giat berlatih. “Selain itu juga mampu memiliki wawasan seni budaya yang luas,” terangnya, yang juga merupakan pengrajin aksesoris itu.

    Lebih jauh Manager Roemah Martha Tilaar Gombong, Sigit Tri Prabowo mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah digodog untuk memadukan berbagai potensi seni budaya di Gombong untuk dapat dirangkai menjadi sebuah festival yang lebih besar. Hal itu diharapkan dapat untuk mengangkat dunia wisata di Kabupaten Kebumen.

    “Selama ini Roemah Martha Tilaar bersama berbagai komponen sudah rutin mengadakan festival budaya. Bukan tidak mungkin ke depan berbagai potensi yang sudah tergali dapat disatukan dalam sebuah ajang festival kota yang lebih besar dan mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan ke wilayah Kebumen. Jika dibandingkan festival-festival kota di banyak tempat, kami optimis Kabupaten Kebumen mampu menghadirkan sebuah festival kota yang sangat menarik,”ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top