• Berita Terkini

    Thursday, April 20, 2017

    Banyak Wisata Rintisan, Pegiat Wisata Kebumen Jangan sampai Salah Arah

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Saat ini di kabupaten berselogan Beriman ini, marak bermunculan pegiat wisata yang merintis objek wisata baru. Kendati demikian diharapkan mereka tidak salah arah. Pasalnya saat ini yang sedang naik daun justru ekowisata dan bukan wisata massal.

    Wisata massal yakni wisata yang mengandalkan pembangunan fisik. Sedangkan ekowisata yakni membangun wisata dengan melibatkan lingkungan dan ekosistem yang ada. Trend ekowisata cenderung mempunyai kenaikan pasar mencapai sekitar 25-30 persen per tahun. Kenaikan ini kemungkinan akan terus berlangsung hingga 20 tahun mendatang.

    Hal ini disampaikan oleh Manager Roemah Martha Tilaar Gombong Sigit Tri Prabowo, Rabu (19/4/2017).


    Sesuai dengan data dari salah satu Badan PBB yakni World Tourism Organization (WTO), permintaan pasar untuk ekowisata cenderung selalu naik, sementara wisata massal cenderung stagnan. “Ini sangat penting jangan sampai para kelompok wisata (pokdarwis) justru salah arah,” tutu Sigit.


    Dijelaskannya, kejenuhan dari wisata massal yakni para pengunjung hanya datang kemudian selfie-selfie dan kemudian pulang tanpa kesan. Hal itu tentunya membuat para pengunjung merasa jenuh untuk mengunjugi tempat tersebut kembali.

    “Berbeda dengan ekowisata dimana pengunjung dapat mempuyai kesan dengan ekosistem yang ada di tempat tersebut,” paparnya.


    Menurut Sigit, di Kebumen sendiri sangat berpotensi untuk dibangun ekowisata. Hal yang sangat perlu dilakukan adalah melihat potensi, menjaganya dan mengembangkannya. Di salah satu tempat wisata di Kebumen dulu terdapat banyak sekali populasi burung glatik yang bersarang di lubang-lubang sekitar goa. Namun saat ini populasi glatik tersebut telah punah. “Jika saja ini masih ada, tentu sangat menarik wisatawan,” paparnya.

    Melihat banyaknya pengembang wisata, lanjut Sigit, maka kini sudah saatnya Kebumen mengembangkan ekowisata dari pada wisata massal. Ekowisata lebih menekankan pada menjaga kelestarian alam namun tetap menghibur.

    Sedangkan wisata massal lebih menekankan kepada modal dan pembangunan infrastruktur. “Ini sangat penting untuk menjadi bahan renungan bersama, sekaligus menjadi kebijakan pemerintah,” ucapnya, (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top