• Berita Terkini

    Sunday, April 2, 2017

    "Ajang Cari Bintang" Meriahkan Dies Natalis STIE PB Kebumen

    ISTIMEWA
    KEBUMEN- Berbagai penampilan penuh hiburan tersaji pada acara Got Talent (acara pencarian bintang) yang dilaksanakan untuk memperingatan Dies Natalis STIE Putra Bangsa Kebumen ke-16, Jumat (31/3/2017). Adapun beberapa kegiatan yang tersaji yakni speech contest, grup akustik, menyanyi solo, dance, tari tradisonal, bela diri serta stand up comedy.

    Keceriaan begitu terasa pada acara yang dipusatkan di aula STIE Putra Bangsa Kebumen dengan tema “Ekspresikan Bakatmu” tersebut. Para peserta pun berusaha tampil dengan maksimal di hadapan dewan juri yakni Indah Rohyani SE MSi, Hendrawan Prasetyo SSos MSi dan Berlin Insan Pertiwi SPd SHum. Acara dibuka langsung oleh Penanggung jawab Dies Natalis Eko Wardoyo SE pada pukul 08.00 WIB. Acara diawali dengan persembahan dari mahasiswi UKM Teater STIE Putra Bangsa Kebumen dengan membawakan tari tradisional Sripanganti.

    Dalam sambutannya Eko Wardoyo SE menyampaikan kegiatan tersebut sekaligus dilaksanakan guna menjadi ajang para mahasiswa/i untuk mengekspresikan minat bakatnya. Pasalnya tidak menutup kemungkinan saat ini para mahasiswa/i banyak yang mempunyai bakat terpendam. “Dalam acara ini mahasiswa dapat dengan totalitas menampilkan talenta yang mereka miliki,” tuturnya.

    Kemeriahan acara tidak sampai disitu saja, kegiatan Dies Natalie juga dilengkapi dengan suguhan menarik yaitu photobooth. Bagi mahasiswa/i yang suka berfoto-foto dan mengupload di sosial media, kegiatan ini adalah tempat yang cocok. “Acara ini didukung oleh PDAM Tirta Bumi Sentosa, Bank Mandiri, Putri Beauty Clinic, Banana Bakery, PD. BPR Kebumen, PD. BKK Kebumen, Eye Center Kebumen, Puspita Warna, Candisari Griya Boga, KSPPS Harapan Umat, dan Toko Sami Berkah,” papar Eko Wardoyo.

    Sementara itu, Ketua STIE Putra Bangsa Kebumen  Gunarso Wiwoho SE MM menyampaikan, selain untuk peringatan Dies Natalis kegiatan juga dilaksanakan guna memfasilitasi mahasiswa untuk menyalurkan minat bakatnya. “Cara ini penting dilaksanakan agar kemampuan mahasiswa seimbang, baik dari akademik maupun minat bakatnya,” paparnya.

    Gunarso Wiwoho menambahkan, kemampuan akademik (hard skill) menjadi keberhasilan untuk mendapatkan pekerjaan. Kendati demikian kemampuan hard skill saja tidak cukup melainkan harus pula disertai dengan kemampuan soft skill dalam menghadapi berbagai tantangan saat melakukan pekerjaan tersebut. “Untuk itulah kemampuan hard skill harus dibarengi dengan kemampuan soft skill,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top