• Berita Terkini

    Tuesday, April 11, 2017

    2016, Penderita Gangguan Jiwa di Kebumen 4.280 Orang

    sudarnoahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Jumlah penyandang disabilitas pada 2015 di Kabupaten Kebumen cukup besar yakni mencapai lebih 11.119 orang dari 1,3 juta penduduk Kabupaten Kebumen. Dari jumlah tersebut, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di tahun 2016 sejumlah 4.280 orang lebih dan cacat fisik sebanyak 60 orang. Sehingga Pemkab Kebumen dituntut untuk meningkatkan pelayanan kepada kaum difabel.

    Untuk mewujudkannya Pemkab Kebumen melaunching "Kebumen Peduli Difabel/Disabilitas". Launching tersebut dilakukan oleh Plh Sekda Mahmud Fauzi, di Pendopo Kecamatan Pejagoan, Selasa (11/4/2017).

    Mahmud Fauzi, yang mewakili bupati menyampaikan sejak 2010 Kabupaten Kebumen telah mencanangkan bebas pasung dan program sehat jiwa. Khususnya di wilayah Kecamatan Pejagoan. Pelayanan yang diberikan yakni pengiriman penderita gangguan jiwa ke rumah sakit jiwa (RSJ) Magelang. Serta pemberian pelayanan kependudukan jemput bola. "Masing-masing desa juga memiliki kader kesehatan jiwa. Ini merupakan hal yang patut diapresiasi," kata Mahmud Fauzi.

    Pihaknya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan dukungan, semangat dan kepercayaan diri pada penyandang disabilitas. Meski ditengah keterbatasan, penyandang disabilitas juga berhak untuk maju dan berkembang. "Setiap manusia mempunyai kesempatan yang sama untung mengembangkan diri. Memiliki kemampuan untuk meningkatkan taraf hidup," ujarnya.

    Dengan dilaunchingnya Kebumen Peduli Difabel/Disabilitas, Mahmud Fauzi berharap akan memperluas dan meningkatkan jangkauan kesejahteraan sosial penyandang disabilitas lebih adil dam merata. Misalnya, melalui kegiatan penyebaran informasi, deteksi dini kecacatan, konsultasi maupun rujukan dengan melibatkan interdisipliner dan lintas sektoral.

    "Ini juga untuk mendorong dan merangsang semua warga agar berperan aktif dalam penanganan penyandang disabilitas," imbuhnya.

    Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat semakin menumbuhkan kembali harga diri dan semangat para penyandang disabilitas. "Sehingga hidup mandiri, serta mampu melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar," tandasnya.

    Pada launching tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat, diantaranya Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana HA Dwi Budi Satrio, camat, masyarakat peduli disabilitas, dan 40 penyandang disabilitas. Pada kesempatan itu juga diserahkan secara simbolis bantuan paket sembako, kursi roda, alat bantu dengar, bibit palawija serta uang tunai kepada penyadang disabilitas.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top