• Berita Terkini

    Wednesday, March 15, 2017

    Warga Blora Temukan Pipa-pipa Tua Casing Sumur Minyak Tua Peninggalan Belanda

    SUBEKAN/RADAR KUDUS
    BLORA – Warga di Desa/Banjarejo menemukan pipa berukuran besar yang masih menancap di lahan pertanian pada Senin malam (13/3) lalu. Pipa itu diduga bekas sumur minyak tua peninggalan zaman Belanda.


    Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, pipa itu kali pertama ditemukan pukul 21.00. Pipa tersebut berada di lahan pertanian milik Wahyadi, warga setempat. Semula hujan deras, setelah itu terjadi longsor di ruas jalan Banjarejo-Ngawen, tepatnya di belakang Mapolsek Kecamatan Banjarejo yang mencapai 200 meteran dan merembet di sawah warga.

    ”Setelah dilihat, warga kaget, ada besi sebesar itu tertancap di sawah. Semula mau diambil, tapi tidak bisa. Dipikir hanya besi biasa, tak tahunya bekas sumur minyak tua peninggalan belanda,” kata Sekdes Ploso Rejo Kecamatan Banjarejo Muslih.

    Dia menambahkan, dari cerita warga, dulu di tempat tersebut memang pernah ada kegiatan penambangan minyak. Terlebih di Kecamatan Banjarejo terdapat salah satu lapangan sumur minyak tua (Lapangan Metes) yang jaraknya tidak jauh. ”Dari cerita dan bukti fisik itu, kuat dugaan jika lokasi pipa itu adalah sumur minyak tua. Kalau pemerintah mau melakukan eksplorasi, ya monggo,” jelasnya.

    Hingga kemarin sore, belasan warga masih penasaran dengan penemuan pipa tersebut. Begitu juga dengan para pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas. Mereka pensaran dan berhenti untuk melihat secara langsung penemuan pipa tersebut.

    Agus Amperianto, field manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu mengatakan, dari bentuk pipa yang ada, dimungkinkan itu adalah sumur tua bekas penambangan minyak pada zaman Belanda. Apalagi saat ini masih banyak bekas sumur tua yang belum terdeteksi. ”Kemungkinan casing atau pipa selubung dari sumur minyak tua,” jelasnya.

    Pipa yang diduga bekas penambangan minyak pada zaman Belanda itu sebesar paha orang dewasa. Saat disinggung apakah akan menerjunkan tim untuk melihat lokasi, Agus mengaku saat ini masih melihat dulu kegiatan lapangan yang lebih urgent.

    Dari data yang ada, jumlah sumur minyak tua yang sudah terdeteksi di Kabupaten Blora sendiri totalnya sekitar 600 sumur. Diperkirakan, seribuan sumur minyak tua masih tersebuar di kota Sate tersebut. (sub/lil)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top