• Berita Terkini

    Sunday, March 5, 2017

    Temuan Bunga Emas Hebohkan Grobogan, Diduga Peninggalan Keraton Medang Kamulan

    INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS
    GROBOGAN – Warga Dukuh Medang Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan bunga kuno. Bunga ini tak seperti pada umumnya. Bunganya terbuat dari emas. Beratnya 7,65 gram.

    Hal ini menjadi bukti adanya sejarah peradaban Medang Kamulan di desa tersebut. Konon, peradaban itu terjadi pada abad XII hingga XVII Masehi. ”Bunga emas ini kali pertama ditemukan Sugiyanto, 43, warga Medang pada Jumat (3/3) lalu,” kata Kades Banjarejo Taufik Achmad.

    Penemuan benda kuno tersebut memang disengaja oleh Sugiyanto. Dia mencari benda kuno setelah mengetahui di wilayahnya itu banyak benda kuno yang sebelumnya sudah ditemukan warga.

    Bunga emas ditemukan di kedalaman satu meter. Beratnya 7,65 gram dengan panjang 4 sentimeter dan diameter 4 sentimeter. ”Setelah menemukannya, warga langsung melaporkan dan membawanya ke rumah fosil. Memang banyak warga yang menemukan benda seperti itu, namun rata-rata dijual sendiri,” jelasnya.
    Kebanyakan warga menjualnya saat menemukan, dikarenakan belum ada kepedulian dari pihak terkait untuk memberikan semacam reward bagi yang menemukan. Padahal benda-benda tersebut bernilai tinggi.

    Setelah bunga emas itu diberikan, Taufik langsung melaporkan penemuan tersebut kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sangiran yang kebetulan sedang melakukan penelitian di Desa Banjarejo.

    ”Mereka takjub dan langsung merespon untuk mengidentifikasinya. Namun belum diketahui untuk tahun keberadaan benda kuno itu. Peneliti yang terdiri dari enam orang hanya berpesan untuk bunga emas itu tidak dijual karena bernilai tinggi,” ujarnya.

    Kini, bunga emas tersebut disimpan di rumah fosil dan akan dipajang untuk melengkapi temuan peninggalan situs Medang sebelumnya. Hal itu sekaligus memberikan pengetahuan baru bagi warga yang berkunjung ke rumah fosil.

    Daerah Medang sendiri, dulunya merupakan laut dalam. Sebelumnya beberapa benda kuno sempat ditemukan. Di antaranya, serpihan emas, lumpang batu, uang keping China, fragmen yoni, artefak berbahan keramik dan tembikar, dan lesung. Bahkan ada lokasi sawah yang diduga bekas lokasi Keraton Medang Kamulan. (int/lil)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top