• Berita Terkini

    Tuesday, March 14, 2017

    Siswa PSP Kaji 8 Kebijakan Publik Kebumen

    imam/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Sebanyak delapan riset yang dilakukan oleh peserta didik (siswa) the Panjer School of Publik (PSP) dipaparkan pada “Seminar Hasil Riset Advokasi PSP Tahap I Tahun 2017” pertemuan yang dilaksanakan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen, Minggu (12/3/2017).

    Adapun ke delapan riset yang dipaparkan meliputi kebijakan pengelolaan jalan rusak  di Kabupaten Kebumen, Peran pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen dalam kebijakan perlindungan anak, Peran pesantren dalam pendidikan moral anak muda di Kabupaten Kebumen, Kajian yuridis penggunaan dana Bos oleh sekolah dalam program Kampung Inggris Kebumen.

    Selain itu dipaparkan disampaikan pula hasil riset Analisa SWOT pembangunan Hotel Mexolie Land Kebumen, Efektifitas Kawasan Taat Peraturan   Daerah (Perda) di Jalan Ahmad Yani Kebumen terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kebumen, Dampak Kasus OTT KPK terhadap fungsi DPRD Kabupaten Kebumen dan Peran Panjer dalan Sejarah Nusantara.

    Seminar juga dihadiri oleh Kabid penegakan Perda Satpol PP Kebumen Sugito Edi Prayitno SIP dan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Perlindungan Perempuan dan Anak Marlina Indrianingrum SKM MKes.

    Direktur PSP RPJ Agung Widhianto SIP menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan yakni untuk memberikan ruang bagi para calon peneliti muda PSP. Selain itu seminar juga dimaksudkan untuk menyampaikan hasil riset kepada publik, sehingga dapat menilai kelayakan dan signifikan riset yang telah dilakukan. “Kami melakukan riset advokatif di berbagai bidang di Kebuman secara suka rela. Dari sekian banyak riset PSP telah menyelesaikan delapan yang siap untuk diuji secara publik,” tuturnya.

    Pihaknya juga menjelaskan,  the Panjer School of Publik merupakan sebuah sekolah informal yang berfokus pada riset sosial dan advokasi.  PSP ditujukan bagi anak muda dan masyarakat umum. Sekolah sendiri dikemas dalam bentuk short course (kursus singkat_red). “Diluar itu, PSP juga membari ruang belajar bagi seluruh elemen untuk berdialog, seputar isu-isu sosial, politik dan pemerintah guna melatih sikap kritis dan kreativitas lebih banyak orang,” paparnya.

    Agung menambahkan, PSP membekali patisipannya untuk menjadi peneliti muda yang berintegritas dan memiliki kepekaan sosial-intelektual mumpuni. Hal ini dibuktikan dengan pemahaman teoritis dan kemampuan praktis partisipan dalam melakukan riset ilmiah yang advokatif. “Selain itu tentunya hasil riset dapat dipertanggungjawabkan secara akademis,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top