• Berita Terkini

    Sunday, March 12, 2017

    Selfie, Siswi SMK di Boyolali Tenggelam

    KAPOLSEK SIMO AKP AGUNG RAHARJO FOR RASO
    BOYOLALI – Siang kemarin (12/3), kali terakhir orang tua Melinda Rahma Damayanti melihat senyum ceria putri kesayangannya tersebut. Siswi SMK Bhinneka Karya (BK), Kecamatan Simo itu meninggal setelah tenggelam di kedung Bowong.

    Sekitar pukul 10.30, warga Dusun Manggal RT 18, RW 06, Desa/ Kecamatan Simo itu dengan semangat berpamitan kepada orang tuanya untuk bermain di Kedung Bowong, Dusun/Desa Gunung, Kecamatan Simo bersama teman-temannya.

    Karena lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah, sang ibu, Waljinem, 45, memberikan izin. Sesampainya di tempat yang pemandangannya cukup indah itu, gadis 16 tahun tersebut foto-foto menggunakan smartphone.

    Mereka bergantian memotret, serta selfie di pinggir kedung yang berbatu. Diduga karena keasyikan, Melinda tak sadar posisinya berada di bibir kedung. “Saat mau foto, korban ini mundur-mundur untuk mencari angle yang paling pas,” jelas Kapolsek Simo AKP Agung Raharjo mewakili Kapolres Boyolali AKBP M. Agung Suyono.

    Nahas, Melinda terpeleset dan terjun ke kedung. Teman-temannya berusaha menolong karena Melinda tidak bisa berenang. “Sambil berusaha menolong, teman-temannya itu beteriak-teriak minta tolong,” ungkap kapolsek.

    Suroyo dan Tohyani, warga sekitar yang kebetulan berada di sawah tak jauh dari lokasi kejadian, bergegas menuju kedung memberikan pertolongan. “Tapi saat diangkat, korban sudah dalam kondisi tak sadarkan diri,” terang Agung.

    Anggota polsek Simo yang tiba di lokasi segera membawa Melinda ke RSUD Simo untuk diperiksa. Tapi sayang, Melinda dinyatakan telah meninggal dunia. Setelah itu, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    "Di RSUD (Simo, Red), langsung diperiksa dokter Wiwin dan dokter Dewantara. Hasil pemeriksaan tidak ada tanda tanda penganiayaan. Jenazah kemudian diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” ungkap Agung.

    Informasi yang dihimpun koran ini, kedung Bowong yang terletak tak jauh dari permukiman penduduk jarang dikunjungi warga sekitar karena lokasinya dinilai kurang strategis dan layaknya sungai pada umumnya.

    Namun, sebulan ini, foto-foto lokasi kedung banyak tersebar di media sosial sehingga mengundang rasa penasaran warga luar desa. "Warga sini malah jarang ke sana (kedung, Red). Yang banyak justru dari luar desa," ucap Ali Fahrudin, 34, warga setempat.

    Pengunjung kedung Bawong, imbuh Ali, mayoritas para remaja. Mereka menghabiskan waktu di tempat tersebut untuk foto-foto. "Paling ramai kalau hari Minggu. Belum ada yang mengelola karena memang ramainya baru-baru ini,” terang dia.

    Kecelakaan air di kedung Bawong baru kali pertama terjadi kemarin. Sebab itu, Ali dan warga lainnya mengimbau pengunjung agar lebih berhati-hati. (wid/wa)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top