• Berita Terkini

    Sunday, March 12, 2017

    Relawan di Pekalongan Terluka saat Padamkan Kebakaran

    PEKALONGAN - Sebuah pabrik pengolahan gondorukem, atau getah pinus untuk bahan pembuatan lilin batik di Kelurahan Jenggot gang V, RT 07 RW 01 Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, pada Sabtu (11/3) malam terbakar.

    Kebakaran yang menimpa tempat usaha milik H Muh Kurniadi (35), itu tidak menimbulkan korban jiwa. Tetapi kerugian materiil yang ditimbulkan akibat insiden itu mencapai ratusan juta rupiah.

    Selain itu, peristiwa tersebut juga menyebabkan seorang anggota relawan SAR mengalami luka bakar di bagian kakinya akibat terperosok ke kubangan air bercampur lilin panas ketika sedang membantu proses pemadaman.

    Informasi yang dihimpun Radar Pekalongan di lokasi menyebutkan, kobaran api diperkirakan muncul sekitar pukul 19.00 WIB. Kobaran api cepat membesar karena tiupan api yang cukup kencang dan banyaknya bahan-bahan mudah terbakar di lokasi pabrik yang berada di permukiman padat penduduk tersebut.

    Sebelum tim pemadam kebakaran tiba di lokasi, para karyawan pabrik bersama warga setempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Selanjutnya, petugas pemadam kebakaran bersama para relawan, tim SAR, BPBD Kota Pekalongan, Polsek Pekalongan Selatan, Polres Pekalongan Kota, TNI, Satpol PP bersama warga berusaha terus memadamkan api yang masih membesar menghanguskan seisi pabrik.

    Sedikitnya ada enam unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Batang yang didatangkan ke lokasi untuk memadamkan kobaran api. Mereka memadamkan dari tiga titik untuk melokalisir agar api tidak merambat ke permukiman sekitar.

    Kebakaran ini membuat warga sekitar lokasi panik. Mereka langsung mengeluarkan barang-barang berharga mereka dari dalam rumah, mengantisipasi jika kobaran api merambat ke rumah mereka. Aliran listrik dari PLN juga dipadamkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    Petugas cukup kesulitan memadamkan kobaran api lantaran masih banyaknya bahan-bahan yang mudah terbakar berada di dalam pabrik. Ditambah lagi, lokasi berada di gang sempit dan banyaknya warga masyarakat yang memadati lokasi untuk menyaksikan kebakaran tersebut.

    Api berhasil dijinakkan sekitar pukul 21.00 WIB, dan proses pendinginan terus dilakukan hingga sekira pukul 21.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Api juga tidak sampai merambat ke rumah-rumah warga.

    Hanya saja, seorang anggota relawan, Adi Subiyanto, harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka bakar di kakinya saat membantu memadamkan api. Kakinya masuk ke kubangan berisi air bercampur lilin panas.

    Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi, didampingi Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Zurianto menyatakan pihaknya belum berani memastikan apa penyebab kebakaran tersebut. "Dugaannya karena apa, kita belum berani menyebutkan. Kita sementara ini masih mengamankan lokasi. Nanti kita akan lakukan penjagaan di lokasi dan meminta keterangan saksi-saksi," jelasnya.

    Dia menambahkan bahwa pada malam itu belum memungkinkan untuk dilakukan olah TKP. Sementara yang dilakukan adalah mengumpulkan bahan keterangan dari para saksi, serta memasang garis polisi di TKP. "Kalau sudah memungkinkan, nanti akan kita olah TKP. Nantinya dari hasil pemeriksaan dan olah TKP akan kita pelajari apakah ada unsur-unsur lain, apakah ada kesengajaan ataupun ketidaksengajaan.

    Saksi ahli juga nantinya akan mengecek TKP untuk mengetahui penyebab kebaran ini," imbuhnya.

    Seorang petugas SAR, Hengky Susilohadi, mengungkapkan berdasarkan penuturan saksi, kebakaran itu diduga diakibatkan oleh korsleting atau hubungan pendek arus listrik. Sebab, pada sore hari sebelumnya, sempat ada percikan api dari peralatan atau mesin di pabrik tersebut. "Mungkin karena korsleting. Tadi sore ada yang rusak, timbul percikan api dan sudah sempat dibetulkan tapi belum sempurna," ungkapnya.



    Untuk diketahui, kebakaran yang menimpa pabrik pengolahan getah pinus atau gondorukem untuk bahan pembuatan lilin batik itu bukan yang pertama kalinya terjadi di Kota Pekalongan.
    Sebelumnya, pada hari Selasa, 18 Oktober 2016 silam, kebakaran juga menimpa dua pabrik pengolahan getah pinus di Kelurahan Jenggot, Pekalongan Selatan yang merupakan milik H Kiswoyo dan saudaranya, H Tachari. Sedangkan pabrik yang terbakar pada Sabtu (11/3) malam kemarin adalah milik H Kurniadi, yang merupakan anak dari H Kiswoyo. (way)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top