• Berita Terkini

    Friday, March 3, 2017

    Pelebaran Jalur Utara Terkendala Lahan Perhutani

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Pelaksanaan pembangunan jalur lintas kecamatan di kawasan utara Kebumen terus dikebut. Pelebaran jalan yang sebelumnya hanya sekitar 2-3 meter menjadi 8 meter pun hampir selesai dikerjakan. Bahkan, tahun ini Pemkab Kebumen mulai membangun konstruksi jalan sepanjang 60 kilometer lebih itu.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) Slamet Mustolkhah, mengatakan jalan yang belum selesai pelebarannya itu hanya yang berada diatas lahan milik Perum Perhutani. Itupun pihaknya saat ini sedang mengurus perizinannya.

    "Itu tinggal sedikit. Nanti begitu izinnya turun langsung kita lebarkan," kata Slamet Mustolkhah, kepada Kebumen Ekspres, kemarin.

    Slamet mengungkapkan, tahun ini Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp 24 miliar akan digunakan untuk membangun konstruksi jalan. "Selain dari dana DAK, juga ada dari APBD. Pembangunannya akan kita mulai dari empat titik," jelas Slamet Mustolkhah.      

    Pembangunan jalan baru itu, kata dia, merupakan proyek multiyears atau proyek yang tak bisa dirampungkan dalam setahun. Pemkab Kebumen menargetkan hingga akhir 2018 sudah dapat diselesaikan dan tahun 2019 sudah bisa difungsikan. "Pak Bupati menghendaki seperti itu," ucapnya.

    Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, saat meninjau jalan yang akan segera dibangun konstruksinya menyampaikan pembangunan jalur tersebut untuk membuka akses wilayah Kebumen bagian utara. Yang selama ini menjadi kantong kemiskinan di Kabupaten Kebumen.

    Yahya Fuad menyebut, pembangunan jalur selatan merupakan perwujudkan sinergitas antara Pemkab Kebumen, pemerintah desa dan masyarakat. Antara Pemkab Kebumen, pemerintah desa dan masyarakat saling berbagi peran untuk mensukseskan pembangunan.

    “Saya yakin dengan terbukanya jalur utara Kebumen, pertumbuhan ekonomi bakal mengalami percepatan,” tegasnya.

    Menurutnya, pembukaan jalur utara Kebumen menjadi sebuah kebutuhan. Mengingat, selama ini masyarakat mengalami kesulitan untuk mengirim barang-barang hasil pertanian maupun sumber daya alam lainnya. Sehingga akses ekonomi warga di Kebumen utara agak sulit berkembang. Akibatnya, tingkat kemiskinan di wilayah Kebumen utara juga cukup tinggi.

    “Setelah jadi nantinya diharapkan angka kemiskinan di wilayah utara Kebumen akan berkurang,” imbuhnya.

    Untuk diketahui, pembangunan jalur utara Kebumen, memanfaatkan jalan-jalan desa yang sudah ada sebelumya. Jalur utara melintasi sejumlah desa di Kecamatan Sempor, Karanggayam, Karangsambung, Sadang, Alian dan Padureso. Terdapat delapan ruas yang akan dibangun yakni mulai dari barat ruas Kenteng-Ketileng, Pagebangan-Semogade, Gunungsari-Wonotirto, Kebakalan-Giritirto, Karangsambung-Sadang, Krakal-Sadangkulon, Wadasmalang-Pujotirto dan Pujotiro-Kaliputih.(ori

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top