• Berita Terkini

    Thursday, March 9, 2017

    Kecelakaan Kerja, TKI Kabupaten Pati Meninggal di Taiwan

    ISTIMEWA
    PATI  – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Kurnianto, 23, warga RT 4 RW 2, Desa Gembong, Kecamatan Gembong Kabupaten Pati bekerja di Taiwan dikabarkan meninggal pekan lalu. Sebelumnya, dia diduga menjadi korban musibah kebakaran di pabrik, tempatnya bekerja. Hingga kini jenazah belum sampai ke rumah duka.

    Dari informasi yang dihimpun, Kurnianto bekerja di salah satu pabrik plastis yang terletak di Taichung, Taiwan. Pria yang usai lulus SMA mengadu nasib ke negeri orang itu diduga mengalami musibah kebakaran saat bekerja.

    Anak pertama dari dua bersaudara itu sempat mendapatkan perawatan intensif di salah satu rumah sakit. Namun, dia menghembuskan napas terakhir pekan lalu.
    Saat Jawa Pos Radar Kudus berkunjung di kediaman korban, kursi untuk tahlilan masih menumpuk di halaman rumahnya. Ternyata, keluarga dan tetangga sudah menggelar talillan pekan lalu.

    Ibu korban Sanah mengatakan, mendapatkan informasi terkait kepergian anaknya dari perusahaan jasa tenaga kerja yang menyalurkan anaknya bekerja di Taiwan. Dia berusaha tabah menghadapi hal itu. Bahkan, suaminya sudah meninggal dunia.

    ”Ini saya sendirian di rumah. adiknya Kurnianto saat ini juga masih di Taiwan. Kebetulan dia belum lama ini bekerja di sana (Taiwan), ikut kakaknya. Kurnianto bekerja di Taiwan sekitar 2,5 tahun lalu,” katanya kemarin.

    Kepergian Kurnianto sudah diikhlaskannya. Meski begitu, dia berharap jenazah anaknya itu segera pulang dan dimakamkan di Gembong. ”Yang namanya titipan Yang Maha Kuasa pasti akan kembali, kalau memang sudah waktunya dipanggil,” ucapnya.

    Dia menjelaskan, usai lulus SMA, Kurnianto mencari kerja sendiri. Setelah mendapat informasi, dia ke Jakarta untuk mendaftarkan diri ke salah satu PJTKI. ”Beberapa hari lalu, saya ke Jakarta untuk mengurus kepulangan jenazah di kantor PJTKI. Rencananya, jenazah akan diberangkatkan dari Taiwan pada Senin sore. Semoga itu benar dan tidak ada kendala apapun. Kami mohon doanya agar diperlancar,” harapnya. (dan/ris)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top