• Berita Terkini

    Sunday, March 5, 2017

    GNPF-MUI Jawa Tengah Sholat Subuh Berjamaah di Pekalongan

    M. AINUL ATHO'
    PEKALONGAN - Sholat subuh di Masjid Jami' Kauman Pekalongan, tampak lebih ramai Minggu (5/3) pagi. Jumlah jamaah sholat subuh kali ini, berkali lipat dibandingkan hari-hari biasa. Adanya agenda sholat subuh berjamaah bersama GNPF-MUI Jawa Tengah dengan tema 'Menyongsong Kebangkitan Islam', membuat barisan jamaah meluber hingga ke luar ruang utama masjid.

    Kegiatan di Masjid Jami, terpantau sudah dimulai sejak pukul 01.30 dimana sejumlah jamaah menggelar sholat tahajud. Kegiatan dilanjut dengan sholat subuh dengan imam Habib Abdullah Bagir Alatas.

    Usai sholat subuh, jamaah juga disuguhi sarapan gratis yang sudah disediakan oleh panitia di sebelah selatan pintu Masjid Jami. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tabligh akbar, dan istighosah di jalan raya yang berada di depan Masjid Jami Kauman.

    Dalam tabligh akbar, bertindak sebagai pembicara yakni pengurus GNPF-MUI Pusat, Ahmad Sobri Lubis. Sementara Habib Abdullah Bagir Alatas, memimpin doa di akhir kegiatan tabligh akbar dan istighosah. Tampak hadir di panggung tabligh akbar sejumlah ulama, kyai dan habib lainnya seperti Sihabudin, dan perwakilan pengurus Masjid Jami Kauman, Abdul Fattah Yasran.

    Perwakilan Panitia Kegiatan, Abdurrahman Tobari dalam sambutannya mengatakan, kegiatan sholat subuh berjamaah di Kota Pekalongan diharapkan menjadi contoh agar kegiatan serupa bisa digelar di seluruh wilayah di Jawa Tengah. "Kami berharap, kegiatan sholat subuh berjamaah bisa berlangsung di seluruh wilayah Jawa Tengah untuk membangkitkan semangat 212 yang sudah terselenggara di Jakarta," tuturnya.

    Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan tersebut. Dijelaskannya, kegiatan sholat subuh berjamaah juga diharapkan mampu membangkitkan kebersamaan umat Islam dalam menghadapi berbagai masalah yang akhir-akhir ini, terus meneror persatuan dan kesatuan di Indonesia.

    Perwakilan MUI Kota Pekalongan, Ahmad Slamet Irfan menyatakan, apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dikatakannya, Kota Pekalongan merupakan wilayah yang disebut sebagai kota santri dimana mayoritas masyarakatnya beragama Islam. Selama ini, dengan julukan yang melekat tersebut kondusifitas Kota Pekalongan dapat terus terjaga.

    "Sehingga kedepan kami berharap iklim seperti ini dapat terus kita jaga. Karena, dengan mayoritas umat Islam maka majunya Kota Pekalongan akan tergantung dengan umat Islam itu sendiri. Begitu juga dengan mundurnya Kota Pekalongan, juga akan bergantung, bagaimana umat mundurnya Islam itu sendiri," katanya.

    Sehingga melalui gerakan sholat subuh berjamaah, Slamet Irfan berharap akan menjadi bekal untuk kemajuan umat Islam di Kota Pekalongan. Dengan kegiatan tersebut, persatuan dan kesatuan umat tetap bisa dijaga. "Gerakan sholat subuh berjamaah kami harapkan bisa menjadi bekal untuk kita semua, bagaimana dapat menjaga persatuan dan kesatuan sebagai dasar menjaga kondusifitas di Kota Pekalongan," harapnya.

    Pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan juga disampaikan KH Shobri Lubis dalam tausiyahnya. Pria yang juga Ketua Umum DPP FPI tersebut menyatakan, saat ini Indonesia tengah diuji dengan berbagai serangan paham dari luar. "Ahamdulillah, hari ini kita semua yang bersala dari berbagai golongan dipersatukan dalam kegiatan yang mulia ini," tuturnya.

    Paham-paham dari luar yang saat ini menyerang keutuhan NKRI, dikatakan Shobri Lubis, salah satunya yakni paham komunis. Ia menyatakan, dalam sejarahnya paham komunis sudah dua kali berupaya melakukan pemberontakan di Indonesia. Selain itu dalam gerakannya, PKI yang merupakan partai komunis di Indonesia juga terlibat kekerasan dan pembunuhan terhadap masyarakat sipil, ulama dan TNI. "PKI adalah bahaya laten dan saat ini sudah mulai terindikasi bangkit kembali," tegasnya.
    Hadir dalam kegiatan tersebut, sejumlah jamaah dari luar kota seperti dari Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Purworejo dan Cilacap.(nul)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top