• Berita Terkini

    Wednesday, March 8, 2017

    Empat Tokoh Terima PWI Kebumen Award 2017

    sudarnoahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Empat tokoh menerima penghargaan PWI Kebumen Award 2017. Pemberian penghargaan dilaksanakan saat resepsi peringatan Hari Pers Nasional tingkat Kabupaten Kebumen di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Rabu (8/3/2017).

    Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Kebumen, HM Yahya Fuad, Wakil Bupati  Yazid Mahfudz, Kapolres Kebumen AKBP Alpen, Asisten Sekda, Pimpinan OPD di jajaran Pemkab Kebumen. Tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, hingga mahasiswa.

    Keempat tokoh tersebut masing-masing Kepala Dinas Peternakan dan Pangan Kebumen Pudji Rahaju untuk kategori pejabat berprestasi. Sementara, kategori tokoh pemberdayaan masyarakat yang diberikan kepada Kelompok Pemerhati Lingkungan Pansela Sukamsi. Kategori tokoh perekat kebinekaan diberikan kepada Kapolres Kebumen AKBP Alpen, dan kategori pengusaha berdedikasi diberikan kepada Owner Grafika Group Liem Kuswintoro.

    Ketua PWI Kebumen Komper Wardopo, menjelaskan keempa tokoh tersebut dinilai memiliki prestasi, inovasi dam berdedikasi diberbagai bidang pengabdian. Selain juga berkomitmen pada transparansi informasi serta memiliki peran besar sebagai pelayan publik dan pemberdayaan masyarakat.

    Sementara itu, Yahya Fuad dalam sambutannya menyampaikan, seorang wartawan selain harus mematuhi kode etik jurnalistik, tetapi dalam menjalankan tugasnya juga harus mewarisi empat sifat Rasul SAW.

    Empat sifat Rasul yang harus diwarisi seorang wartawan, menurut bupati, yaitu sidiq, amanah, fatonah dan tabligh. Ia menjelaskan, seorang wartawan harus menyuarakan kebenaran (sidiq), dan harus bisa dipercaya (amanah). Selain itu, juga harus cerdas (fatonah) dan menyampaikan berita dengan benar(tabligh).  "Sifat rasul ini selain untuk pemimpin tetapi juga sangat pas untuk sifat jurnalis. Pewarta dituntut harus cerdas, amanah dan jujur," tegas Mohammad Yahya Fuad.

    Pers juga diminta untuk lebih memberikan pencerahan kepada masyarakat yang akan membawa kebaikan dan kebajikan. "Yang akhirnya membawa kesejahteraan masyarakat Kebumen," ujarnya.

    Pada kesempatan itu, bupati juga meminta para jurnalis seimbang dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui kegiatan-kegiatan negatif saja. Tetapi juga informasi yang positif diketahui masyarakat.  "Walaupun sebenarnya seimbang karena satu berita jelek satu dan satu berita baik. Tetapi masyarakat akan lebih mudah mengingat yang berita jelek," ungkap bupati.

    Bupati meminta dalam memuat satu berita "bad news" diimbangi dengan sepuluh berita "good news". "Kita memang haus menegakkan amar makruf nahi mungkar. Walaupun mungkin hanya sekali menyampaikan nahi mungkar orang akan ingat terus. Tapi, amar makruf harus dilakukan berkali-kali. Sehingga ada keseimbangan dalam berita," bebernya.

    Pada kesempatan itu juga digelar sarasehan dengan tema "Peran Pers Mendorong Tata Pemerintahan yang baik dan mencegah korupsi". Dengan menghadirkan dua narasumber, yaitu peneliti pusat kajian anti korupsi (PUKAT) Fakultas Hukum UGM Yogyakarta, Zaenur Rohman. Sedangkan narasumber kedua, Wakil Ketua PWI Jawa Tengah, Gunawan Permadi.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top