• Berita Terkini

    Sunday, March 12, 2017

    Dokter Keluarga di Kebumen Belum Merata

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Jumlah dokter keluarga di Kabupaten Kebumen merupakan yang terbesar di Indonesia. Pasalnya, dari sekitar 150 dokter umum, 98 diantaranya merupakan dokter keluarga. Sayangnya, dari jumlah tersebut pelayanannya belum merata. Sehingga belum dapat melayani seluruh warga Kebumen yang jumlahnya mencapai 1,3 juta jiwa.

    Hal itu dikatakan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kebumen dr Ibnu Naseer Arrohimi, pada acara rapat pleno diperluas VI IDI Wilayah Jateng 2014-2017 di Meotel Kebumen, Sabtu (11/3/2017) malam.

    "Maka yang dibutuhkan sekarang adalah redistribusi dokter keluarga dengan kebijakan kepesertaan BPJS," kata Ibnu Naseer, dalam sambutannya. Menurutnya, kebijakan tersebut sangat dilakukan agar seluruh masyarakat Kabupaten Kebumen mendapat layanan kesehatan maksimal.

    Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad yang hadir pada acara tersebut mengakui masih belum meratanya dokter keluarga di Kebumen. Menurut dia, saat ini keberadaan dokter keluarga masih terkonsentrasi di daerah-daerah perkotaan saja. "Kalau di daerah terpencil masih sedikit. Selain karena pasiennya sedikit lokasinya juga jauh," ujar bupati.

    Pihaknya akan mendorong BPJS untuk membantu permasalahan ini. "Kami mendorong BPJS untuk membuat komitmen pada dokter keluarga mengabdi di daerah terpencil," kata Fuad Yahya.

    Tak hanya itu, Pemkab Kebumen juga akan mengalokasikan anggaran pada APBD 2018 mendatang untuk insentif bagi dokter yang mau bertugas di daerah terpencil. Dengan adanya tambahan insentif, kata bupati, diharapkan distribusi dokter keluarga di Kebumen dapat merata. "Ini juga sama kami berikan insentif khusus bagi camat yang bertugas di wilayah terpencil dan jauh seperti Sadang dan Ayah," imbuhnya.

    Disisi lain, bupati berharap para dokter senantiasa memberikan pelayanan, dedikasi dan kontribusi terbaiknya kepada masyarakat. Apalagi dengan adanya program dokter keluarga. Pihaknya berharap pelayanan tersebut semakin dekat, mudah, murah dan cepat.

    Hadir pada acara tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr Yulianto Prabowo, Ketua IDI Wilayah Jawa Tengah dr Djoko Widyarto JS, serta Ketua IDI se Jawa Tengah.

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr Yulianto Prabowo, menyampaikan ilmu kedokteran di Indonesia tidak kalah dengan negara-negara lain. Selain permasalahan kesehatan di Indonesia bukan juga karena kurangnya anggaran. "Tapi kurangnya perhatian. Maka kalau ada bupati atau gubernur memberikan perhatian lebih itu wajar, karena rakyat sejahtera," bebernya.

    Untuk mewujudkannya, lanjut Yulianto, harus dilakukan oleh seluruh lintas sektor. Tidak bisa dilakukan hanya oleh tenaga kesehatan. "Maka kehadiran pemimpin disini sangat penting," tegasnya.

    Disisi lain, dia menyampaikan agar dokter tidak bangga jika rumah sakitnya penuh pasien. Sehingga pendapatannya meningkat drastis. "Tetapi banggalah kalau antriannya sedikit. Karena kalau masih banyak pasien itu artinya masih banyak orang sakit," tandasnya.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top