• Berita Terkini

    Wednesday, March 29, 2017

    Desain Flyover Manahan Solo Dirombak

    SOLO – Desain Flyover Manahan dengan dua lajur di Jalan Dr Moewardi yang sebelumnya sudah muncul, dipastikan tak akan dipakai. Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(Kemenpupera) mengakomodasi studi rekayasa lalu lintas yang dibuat Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta mengenai flyover yang menggunakan tiga lajur.

    Keberadaan tiga lajur itu untuk mengurangi risiko kecelakaan dan penumpukan kendaraan di atas flyover. Sekretaris daerah (Sekda) Surakarta Budi Yulistianto menjelaskan, Pusjatan siap mengubah desain flyover. Semula, flyover di ruas Jalan Dr Moewardi Kottabarat terdiri dari dua lajur, namun akan diubah menjadi tiga lajur. Pertimbangannya, menurut studi rekayasa lalu lintas oleh dishub, tumpukan kendaraan akan terjadi di titik pertemuan antara Jalan Adi Sucipto dengan Jalan MT Haryono di atas flyover.

    “Jadi, nanti yang dari Manahan naik langsung bisa ke Kottabarat. Begitu juga dari MT Haryono bisa ke Kottabarat. Ada tiga lajur menurun ke Kottabarat dan satu lajur naik,” terang Budi.

    Meski terjadi penambahan satu lajur di ruas jalan Dr Moewardi, namun Budi belum dapat memastikan apakah diperlukan tambahan lahan atau tidak. Pemkot saat ini masih menunggu desain akhir dari Pusjatan yang tengah dimatangkan. Setidaknya, desain tersebut akan selesai pada April mendatang.

    ”Tidak tahu ya apakah tambah lahan atau tidak, tetapi sudah pasti tiga lajur. Biar desainnya diselesaikan dulu. Kami juga masih menunggu andalalin yang masih disusun DPU (Dinas Pekerjaan Umum),” papar Budi.

    Meski semua masih dalam tahap menunggu, namun diakui Budi, pemkot optimistis flyover senilai Rp 52 miliar itu bisa rampung tepat waktu. Jika tidak ada kendala, proyek yang menjadi pilot project itu akan dikerjakan sekitar enam sampai sembilan bulan. Targetnya pada akhir 2017 bentuk flyover sudah terlihat. Kemudian, dapat dioperasikan pada 2018.

    Terpisah, Kepala Dishub Hari Prihatno menuturkan, penggunaan tiga lajur di Dr Moewardi memang menjadi salah satu rekomendasi yang diberikan dishub. Dengan ditambahnya satu lajur, hal itu tidak mempengaruhi anggaran pembangunan. “Anggaran tetap, tidak ada yang berubah,” pungkas Hari. (irw/ria)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top