• Berita Terkini

    Saturday, March 25, 2017

    Dana Desa Picu Kecemburuan Kelurahan

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Besarnya kucuran dana yang digelontorkan untuk pemerintahan desa ternyata membuat kecemburuan dan kesenjangan bagi sebagian aparat pemerintah dengan sistem kelurahan. Alasannya, karena masih banyak masyarakat yang tinggal di kelurahan yang miskin dan layak menerima bantuan dana, layaknya dana bantuan desa.

    Pemerintah desa kini mengelola anggaran dana desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBD kabupaten Kebumen, anggaran desa yang bersumber dari pemerintah pusat, dan bagi hasil pajak dan retribusi.

    Pemkab Kebumen tahun ini mengucurkan anggaran sebesar Rp 130,012 miliar lebih untuk Alokasi Dana Desa (ADD). Serta Dana Desa (DD) mencapai Rp 359,9 miliar lebih. Anggaran tersebut untuk 349 desa yang ada di Kabupaten Kebumen. Dari jumlah tersebut desa yang menerima ADD terbesar yaitu Desa Seboro Kecamatan Sadang sebesar Rp 570.194.800. Untuk penerima ADD terkecil Desa Karangglonggong Kecamatan Klirong sebesar Rp 203.922.400.

    Adapun desa penerima DD terbesar di Kabupaten Kebumen yaitu Desa Glontor Kecamatan Karanggayam yang mencapai Rp 968.759.000 dan penerima terkecil Rp Desa Karangjambu Kecamatan Sruweng, sebesar Rp 753.265.000.

    Jika ditotal, setiap desa rata-rata menerima alokasi anggaran diatas Rp 1 miliar. Gelontoran dana besar ke desa perlu pun diimbangi dengan peningkatan alokasi anggaran untuk sebelas kelurahan di Kabupaten Kebumen.

    Kecemburuan tersebut muncul dalam diskusi antara Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, dengan kepala desa dan lurah se Kecamatan Gombong pada rangkaian acara Jalinan Membangun Silaturahmi (Jemari) di Balai Desa Semanding, Kecamatan Gombong, Jumat (24/32017).

    Lurah Gombong Slamet Haryanto, mengatakan saat ini anggaran yang diterima antara pemerintahan kelurahan dan pemerintahan desa sangat timpang. Dia yang mengaku mewakili 11 kelurahan yang ada di Kabupaten Kebumen meminta Bupati Kebumen memberika perhatian serta menambah anggaran untuk kelurahan. "Kami berharap anggaran untuk kelurahan bisa ditambah agar tidak terlalu jauh dengan desa," kata Slamet Haryanto.

    Menanggapi hal itu, Bupati Mohamad Yahya Fuad mengatakan, sesuai undang-undang, dana ADD dan dana desa memang diperuntukkan bagi desa, bukan kelurahan. Namun, pihaknya bukan berarti tidak memperhatikan pemerintahan dengan sistem kelurahan. Bahkan mulai tahun ini, Pemkab Kebumen telah menaikan anggaran untuk alokasi kelurahan dari sebelumnya Rp 500 juta menjadi Rp 700 juta. "Dan ini akan terus kita tingkatkan ke depannya," ujar Mohammad Yahya Fuad.

    Turut mendampingi bupati pada acara tersebut PLH Sekda Mahmud Fauzi, para asisten sekda, Kepala Dispermades P3A Moh Amirudin. Serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemkab Kebumen hingga Muspika Kecamatan Gombong.

    Sementara itu, berbagai kegiatan digelar kemarin. Diantaranya, senam bersama, pelayanan dokumen kependudukan, pengobatan gratis, pelayanan akseptor KB serta penyuluhan lainnya.

    Selanjutnya bupati beramah-tamah dengan warga setempat yang dilanjutkan dengan shalat Jumat bersama di masjid desa setempat. Bupati Muhammad Yahya Fuad menyampaikan, Jemari dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemkab Kebumen untuk senantiasa hadir dan melayani masyarakat.

    Menurut Bupati, dapat hadir dan melayani masyarakat adalah sebuah komitmen, sekaligus kebanggaan. Untuk itu, dia berharap kegiatan itu akan semakin merekatkan jalinan silaturahmi, kerja sama, dukungan dan sinergitas antara masyarakat dengan Pemkab Kebumen.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top